Cerita Seks Rintihan Gadis Desa


DAFTAR SITUS JUDI ONLINE TERPERCAYA Lima bulan sudah aku bekerja sebagai seorang pembantu rumahtangga di keluarga Pak Umar, Aku memang bukan seorang yang makan ilmu bertumpuk, hanya lulusan SD saja di kampungku. Tetapi karena niatku untuk bekerja memang sudah tidak bisa ditahan lagi, akhirnya aku pergi ke kota jakarta, dan beruntung bisa memperoleh majikan yang baik dan bisa memperhatikan kesejahteraanku.

Ibu umar pernah berkata kepadaku bahwa beliau menerimaku menjadi pembantu rumahtangga dirumahnya lantaran usiaku yang relatif masih muda. Beliau tak tega melihatku luntang-lantung di kota besar ini. “Jangan-jangan kamu nanti malah dijadikan wanita panggilan oleh para calo WTS yang tidak bertanggungjawab.” Itulah yang diucapkan beliau kepadaku.

Usiaku memang masih 18 tahun dan terkadang aku sadar bahwa aku memang lumayan cantik, berbeda dengan para gadis desa di kampungku. Pantas saja jika Ibu umar berkata begitu terhadapku.

Namun akhir-akhir ini ada sesuatu yang mengganggu pikiranku, yakni tentang perlakuan anak majikanku Mas Anto terhadapku. Mas Anto adalah anak bungsu keluarga Bapak umar. Dia masih kuliah di semester 4, sedangkan kedua kakaknya telah berkeluarga. Mas Anto baik dan sopan terhadapku, hingga aku jadi aga segan bila berada di dekatnya. Sepertinya ada sesuatu yang bergetar di hatiku. Jika aku ke pasar, Mas Anto tak segan untuk mengantarkanku. Bahkan ketika naik mobil aku tidak diperbolehkan duduk di jok belakang, harus di sampingnya. Ahh.. Aku selalu jadi merasa tak Enak. Pernah suatu malam sekitar pukul 20.00, Mas anto hendak membikin mie instan di dapur, aku bergegas mengambil alih dengan alasan bahwa yang dilakukannya pada dasarnya adalah tugas dan kewajibanku untuk bisa melayani majikanku. Tetapi yang terjadi Mas Anto justru berkata kepadaku, “Nggak usah, Sarni. Biar aku saja, ngga apa-apa kok..”

“Nggak.. nggak apa-apa kok, Mas”, jawabku tersipu sembari menyalakan kompor gas.

Tiba-tiba Mas Anto menyentuh pundakku. Dengan lirih dia berucap, “Kamu sudah capek seharian bekerja, Sarni. Tidurlah, besok kamu harus bangun khan..”

Aku hanya tertunduk tanpa bisa berbuat apa-apa. Mas Anto kemudian melanjutkan memasak. Namun aku tetap termangu di sudut dapur. Hingga kembali Mas Anto menegurku.

“Sarni, kenapa belum masuk ke kamarmu. Nanti kalau kamu kecapekan dan terus sakit, yang repot kan kita juga. Sudahlah, aku bisa masak sendiri kalau hanya sekedar bikin mie seperti ini.”

Belum juga habis ingatanku saat kami berdua sedang nonton televisi di ruang tengah, sedangkan Bapak dan Ibu Umar sedang tidak berada di rumah. Entah kenapa tiba-tiba Mas Anto memandangiku dengan lembut. Pandangannya membuatku jadi salah tingkah.

“Kamu cantik, Sarni.”
Aku cuma tersipu dan berucap,
“Teman-teman Mas Anto di kampus kan lebih cantik-cantik, apalagi mereka kan orang-orang kaya dan pandai.”
“Tapi kamu lain, Sarni. Pernah tidak kamu membayangkan jika suatu saat ada anak majikan mencintai pembantu rumahtangganya sendiri?”
“Ah.. Mas Anto ini ada-ada saja. Mana ada cerita seperti itu”, jawabku.
“Kalau kenyataannya ada, bagaimana?”
“Iya.. nggak tahu deh, Mas.”

Kata-katanya itu yang hingga saat ini membuatku selalu gelisah. Apa benar yang dikatakan oleh Mas Anto bahwa ia mencintaiku? Bukankah dia anak majikanku yang tentunya orang kaya dan terhormat, sedangkan aku cuma seorang pembantu rumahtangga? Ah, pertanyaan itu selalu terngiang di benakku.

Tibalah aku memasuki bulan ke tujuh masa kerjaku. Sore ini cuaca memang sedang hujan meski tak seberapa lebat. Mobil Mas Anto memasuki garasi. Kulihat pemuda ini berlari menuju teras rumah. Aku bergegas menghampirinya dengan membawa handuk untuk menyeka tubuhnya.

“Bapak belum pulang?” tanyanya padaku.
“Belum, Mas.”
“Ibu.. pergi..?”
“Ke rumah Bude Mami, begitu ibu bilang.”
Mas Anto yang sedang duduk di sofa ruang tengah kulihat masih tak berhenti menyeka kepalanya sembari membuka bajunya yang rada basah. Aku yang telah menyiapkan segelas kopi susu panas menghampirinya. Saat aku hampir meninggalkan ruang tengah, kudengar Mas anto memanggilku. Kembali aku menghampirinya.
“Kamu tiba-tiba membikinkan aku minuman hangat, padahal aku tidak menyuruhmu kan”, ucap Mas Anto sembari bangkit dari tempat duduknya.
“Santi, aku mau bilang bahwa aku menyukaimu.”
“Maksud Mas Apa bagaimana?”
“Apa aku perlu jelaskan?” sahut Mas Anto padaku.

Tanpa sadar aku kini berhadap-hadapan dengan Mas Anto dengan jarak yang sangat dekat, bahkan bisa dikatakan terlampau dekat. Mas Anto meraih kedua tanganku untuk digenggamnya, dengan sedikit tarikan yang dilakukannya maka tubuhku telah dalam posisi sedikit terangkat merapat di tubuhnya. Sudah pasti dan otomatis pula aku semakin dapat menikmati wajah ganteng yang rada basah akibat guyuran hujan tadi. Demikian pula Mas Anto yang semakin dapat pula menikmati wajah bulatku yang dihiasi bundarnya bola mataku dan mungilnya hidungku.

Kami berdua tak bisa berkata-kata lagi, hanya saling melempar pandang dengan dalam tanpa tahu rasa masing-masing dalam hati. Tiba-tiba entah karena dorongan rasa yang seperti apa dan bagaimana bibir Mas Anto menciumi setiap lekuk mukaku yang segera setelah sampai pada bagian bibirku, aku membalas pagutan ciumannya. Kurasakan tangan MasAnto merambah naik ke arah dadaku, pada bagian gumpalan dadaku tangannya meremas lembut yang membuatku tanpa sadar mendesah dan bahkan menjerit lembut. Sampai disini begitu campur aduk perasaanku, aku merasakan nikmat yang berlebih tapi pada bagian lain aku merasakan nikmat yang berlebih tapi pada bagian lain aku merasakan takut yang entah bagaimana aku harus melawannya.

Namun campuran rasa yang demikian ini segera terhapus oleh rasa nikmat yang mulai bisa menikmatinya, aku terus melayani dan membalas setiap ciuman bibirnya yang di arahkan pada bibirku berikut setiap lekuk yang ada di bagian dadaku. Aku semakin tak kuat menahan rasa, aku menggelinjang kecil menahan desakan dan gelora yang semakin memanas.

Ia mulai melepas satu demi satu kancing baju yang kukenakan, sampailah aku telanjang dada hingga buah dada yang begitu ranum menonjol dan memperlihatkan diri pada Mas Anto. Semakin saja Mas Anto memainkan bibirnya pada ujung buah dadaku, dikulumnya, diciuminya, bahkan ia menggigitnya. Golak dan getaran yang tak pernah kurasa sebelumnya, aku kini melayang, terbang, aku ingin menikmati langkah berikutnya, aku merasakan sebuah kenikmatan tanpa batas untuk saat ini.

Aku telah mencoba untuk memerangi gejolak yang meletup bak gunung yang akan memuntahkan isi kawahnya. Namun suara hujan yang kian menderas, serta situasi rumah yang hanya tinggal kami berdua, serta bisik goda yang aku tak tahu darimana datangnya, kesemua itu membuat kami berdua semakin larut dalam permainan cinta ini. Pagutan dan rabaan Mas Anto ke seluruh tubuhku, membuatku pasrah dalam rintihan kenikmatan yang kurasakan. Tangan Mas Anto mulai mereteli pakaian yang dikenakan, iapun telanjang bulat kini. Aku tak tahan lagi, segera ia menarik dengan keras celana dalam yang kukenakan. Tangannya terus saja menggerayangi sekujur tubuhku. Kemudian pada saat tertentu tangannya membimbing tanganku untuk menuju tempat yang diharapkan, dibagian bawah tubuhnya. Mas Anto dan terdengar merintih. DAFTAR SITUS JUDI ONLINE TERPERCAYA

Buah dadaku yang mungil dan padat tak pernah lepas dari remasan tangan Mas Anto. Sementara tubuhku yang telah telentang di bawah tubuh Mas Anto menggeliat-liat seperti cacing kepanasan. Hingga lenguhan di antara kami mulai terdengar sebagai tanda permainan ini telah usai. Keringat ada di sana-sini sementara pakaian kami terlihat berserakan dimana-mana. Ruang tengah ini menjadi begitu berantakan terlebih sofa tempat kami bermain cinta denga penuh gejolak.

Ketika senja mulai datang, usailah pertempuran nafsuku dengan nafsu Mas Anto. Kami duduk di sofa, tempat kami tadi melakukan sebuah permainan cinta, dengan rasa sesal yang masing-masing berkecamuk dalam hati. “Aku tidak akan mempermainkan kamu, Sarni. Aku lakukan ini karena aku mencintai kamu. Aku sungguh-sungguh, Sarni. Kamu mau mencintaiku kan..?” Aku terdiam tak mampu menjawab sepatah katapun.

Mas Anto menyeka butiran air bening di sudut mataku, lalu mencium pipiku. Seolah dia menyatakan bahwa hasrat hatinya padaku adalah kejujuran cintanya, dan akan mampu membuatku yakin akan ketulusannya. Meski aku tetap bertanya dalam sesalku, “Mungkinkah Mas Anto akan sanggup menikahiku yang hanya seorang pembantu rumahtangga?”
Sekitar pukul 19.30 malam, barulah rumah ini tak berbeda dengan waktu-waktu kemarin. Bapak dan Ibu umar seperti biasanya tengah menikmati tayangan acara televisi, dan Mas Anto mendekam di kamarnya. Yah, seolah tak ada peristiwa apa-apa yang pernah terjadi di ruang tengah itu.

Sejak permainan cinta yang penuh nafsu itu kulakukan dengan Mas Anto, waktu yang berjalanpun tak terasa telah memaksa kami untuk terus bisa mengulangi lagi nikmat dan indahnya permainan cinta tersebut. Dan yang pasti aku menjadi seorang yang harus bisa menuruti kemauan nafsu yang ada dalam diri. Tak peduli lagi siang atau malam, di sofa ataupun di dapur, asalkan keadaan rumah lagi sepi, kami selalu tenggelam hanyut dalam permainan cinta denga gejolak nafsu birahi. Selalu saja setiap kali aku membayangkan sebuah gaya dalam permainan cinta, tiba-tiba nafsuku bergejolak ingin segera saja rasanya melakukan gaya yang sedang melintas dalam benakku tersebut. Kadang aku pun melakukannya sendiri di kamar dengan membayangkan wajah Mas Anto.

Bahkan ketika di rumah sedang ada Ibu umar namun tiba-tiba nafsuku bergejolak, aku masuk kamar mandi dan memberi isyarat pada Mas Anto untuk menyusulnya. Untung kamar mandi bagi pembantu di keluarga ini letaknya ada di belakang jauh dari jangkauan tuan rumah. Aku melakukannya di sana dengan penuh gejolak di bawah guyuran air mandi, dengan lumuran busa sabun di sana-sini yang rasanya membuatku semakin saja menikmati sebuah rasa tanpa batas tentang kenikmatan.

Walau setiap kali usai melakukan hal itu dengan Mas Anto, aku selalu dihantui oleh sebuah pertanyaan yang itu-itu lagi dan dengan mudah mengusik benakku: “Bagaimana jika aku hamil nanti? Bagaimana jika Mas Anto malu mengakuinya, apakah keluarga Bapak Umar mau merestui kami berdua untuk menikah sekaligus sudi menerimaku sebagai menantu? Ataukah aku bakal di usir dari rumah ini?
Atau juga pasti aku disuruh untuk menggugurkan kandungan ini?” Ah.. pertanyaan ini benar-benar membuatku seolah gila dan ingin menjerit sekeras mungkin. Apalagi Mas Anto selama ini hanya berucap: “Aku mencintaimu, Sarni.” Seribu juta kalipun kata itu terlontar dari mulut Mas Anto, tidak akan berarti apa-apa jika Mas Anto tetap diam tak berterus terang dengan keluarganya atas apa yang telah terjadi dengan kami berdua.

Akhirnya terjadilah apa yang selama ini kutakutkan, bahwa aku mulai sering mual dan muntah, yah.. aku hamil! Mas Anto mulai gugup dan panik atas kejadian ini.
“Kenapa kamu bisa hamil sih?” Aku hanya diam tak menjawab.
“Bukankah aku sudah memberimu pil supaya kamu nggak hamil. Kalau begini kita yang repot juga..”
“Kenapa mesti repot Mas? Bukankah Mas Anto sudah berjanji akan menikahi Sarni?”
“Iya.. iya.. tapi tidak secepat ini Santi. Aku masih mencintaimu, dan aku pasti akan menikahimu, dan aku pasti akan menikahimu. Tetapi bukan sekarang. Aku butuh waktu yang tepat untuk bicara dengan Bapak dan Ibu bahwa aku mencintaimu..”
Yah.. setiap kali aku mengeluh soal perutku yang kian bertambah usianya dari hari ke hari dan berganti dengan minggu, Mas Anto selalu kebingungan sendiri dan tak pernah mendapatkan jalan keluar. Aku jadi semakin terpojok oleh kondisi dalam rahim yang tentunya kian membesar.

Genap pada usia tiga bulan kehamilanku, keteguhkan hatiku untuk melangkahkan kaki pergi dari rumah keluarga Bapak umar. Kutinggalkan semua kenangan duka maupun suka yang selama ini kuperoleh di rumah ini. Aku tidak akan menyalahkan Mas Anto. Ini semua salahku yang tak mampu menjaga kekuatan dinding imanku.

Subuh pagi ini aku meninggalkan rumah ini tanpa pamit, setelah kusiapkan sarapan dan sepucuk surat di meja makan yang isinya bahwa aku pergi karena merasa bersalah terhadap keluarga Bapak Umar.

Hampir setahun setelah kepergianku dari keluarga Bapak umar, Aku kini telah menikmati kehidupanku sendiri yang tak selayaknya aku jalani, namun aku bahagia. Hingga pada suatu pagi aku membaca surat pembaca di tabloid terkenal. Surat itu isinya bahwa seorang pemuda Anto mencari dan mengharapkan isterinya yang bernama Sarni untuk segera pulang. Pemuda itu tampak sekali berharap bisa bertemu lagi dengan si calon isterinya karena dia begitu mencintainya.

Aku tahu dan mengerti benar siapa calon isterinya. Namun aku sudah tidak ingin lagi dan pula aku tidak pantas untuk berada di rumah itu lagi, rumah tempat tinggal pemuda bernama Anto itu. Aku sudah tenggelam dalam kubangan ini. Andai saja Mas Anto suka pergi ke lokalisasi, tentu dia tidak perlu harus menulis surat pembaca itu. Mas Anto pasti akan menemukan calon istrinya yang sangat dicintainya. Agar Mas Anto pun mengerti bahwa hingga kini aku masih merindukan kehangatan cintanya. Cinta yang pertama dan terakhir bagiku.

Sahabat303 - Agen Sabung Ayam, Agen Bola, SBOBET, IBCBET, Casino Online Terpercaya
  • Bonus Deposit 10% (Khusus Sportbook) Setiap Harinya
  • Bonus Deposit 10 % Khusus Tangkas Setiap harinya
  • Bonus Cashback Sport Up To 16%
  • Bonus Cashback Casino 2%
  • Bonus Rollingan Casino 0.7%
  • Bonus Cashback Sabung Ayam Up To 10%
  • Bonus Referral 2% Seumur Hidup
Kami juga memiliki layanan custumer service yang ramah dan profesional untuk melayani anda kapan pun.

Share:

Cerita Seks Gejolak Birahi Mamang

DAFTAR SITUS JUDI ONLINE TERPERCAYA Aku Sintia, sehabis lulus smu aku dinikahkan ortu ke temen ortu, dah agak berumur si, tapi suamiku itu tampan, tajir kerna meiliki beberapa perusahaan yang berhasil dalam bisnisnya, dan juga sangat workaholik. Aku sangat menikmati kehidupan suami istri ketika berbulan madu. Suamiku menggarap aku setiap saat dia bernapsu, tetapi begitu kembali ke dunia nyata, diapun kembali ke kebiasaannya yaitu workaholik, dia sangat sibuk ngurusi semua perusahaan. Aku secara materi berkecukupan, tapi secara batin sangat kesepian. Apalagi aku menikah masi umur belasan dan ini tahun pernikahanku yang kedua.

Aku memang nurut aja apa kata ortu sehingga ketika dijodohkan ya iya aja. Kebetulan aku sejak kecil suka ikut masak ma ibuku sehingga kebiasaan itu terbawa sampe sekarang walaupun aku masak hanya untuk diriku sendiri kerna suami gak pernah makan dirumah. Pulang selalu dah larut malem sehingga dah cape dianya dan gak ada niat menyentuh aku. Kalo weekend dan dia ada dirumah, kami selalu makan diluar. Itupun jarang kami bermesraan kerna abis makan malem biasanya dia tenggelem ma kerjaannya sampe aku tertidur duluan dan dia nyusul karna dah ngantuk berat.

Aku suka makanan segar sehingga bahannya juga kudu segar, kalo beli di supermarket itu sudah tidak segar kerna dah lama dipetiknya, makanya aku nunggu tukang sayur aja kalo mau masak. Aku si gak punya langganan tukang sayur yang tetep, tapi suatu pagi kuliat ada tukang sayur yang gi berdiri depan rumahku, dia menghadap ke rumahku, rupanya dia lagi kencing. Aku kaget banget liat kon tolnya, item besar panjang padahal lagi gak ngaceng. Palagi kalo gi ngaceng tu, kaya apa gedenya. membayangkan itu memekku jadi basah.

Kerna gak mo mempermalukan si tukang sayur, ku nunggu dia slesai pipis baru kluar rumah. Tu bapak tampangnya kaya orang timteng, pantes kon tolnya gede panjang gitu, tapi logat ngomongnya sunda pisan. Ku panggil ja mamang. “Mang orang sunda ya, atau orang arab”. “Bapak saya arab tapi ibu sunda pisan neng, kenapa nanya gitu”. “Gak apa, iseng ja nanya mang”. Aku beli beberapa sayuran dan dia nawarain nanas jualannya. Kubilang aku males ngupasnya, trus dia jawab nti dia kupasin, cuma sehabis dia dagang nti dia balik lagi.

Wah kesempatan ni, pikirku. Kali2 bisa nikmati kon tol jumbonya, aku jadi ngeres kerna masih terbayang terus kon tolnya yang besar panjang dalam keadaan lemes gitu. “Ya boleh deh mang, nanasnya aku ambil semua, tapi bener ya nanti mamang balik lagi buat ngupasin nanasnya”.

Transaksi selesai dan dia pergi sementara aku masuk dan mulai mengolah sayur yang kubeli ditambah beberapa bahan laen dari lemari es, sehingga tersajilah beberapa lauk untuk aku makan siang dan makan malem, nasi masi ada sisa kemaren sehingga cukup diangetin aja.

Makan siang selesai, dia blon dateng juga, aku ngantuk dan tertidur, sampe aku bangun rasanya gak ngedenger ada orang ngetok pintu pager. Aku mandi, ketika ditengah acara cuci rambut terdengar ada bel berbunyi, wah nanggung ni, cuci rambut lon beres dia dah datang.

Ya dah ku balut tubuhku pake jas kamar dan membungkus rambutku dengan anduk, Aku gak pake apa2 dibawah jas kamar, ikat pinggang ku ikatkan asal aja sehingga bagian dada tersingkap kalau ku bergerak. Aku keluar membukakan pintu pagar dan segera kembali masuk rumah. Kuminta dia ngunci pintu pager dan kupersilah kan dia masuk langsung ke dapur tempat aku meletakkan nanas2 yang tadi kubeli.

Ku liat dia rapi gak acak2an kaya waktu dagang tadi, rambutnya juga rapi disisirnya, kayanya dia dah mandi dulu seblon ke tempatku. Biat tukang sayur dia cukup kerenlah sebagai lelaki. Matanya membelalak meliat aku yang cuma terbungkus jas kamar yang mini banget. Dadaku tersingkap cukup lebar kerna ikatan dipinggang longgar aja, sehingga belahan toketku nampak. Biar aja deh dia napsu ma aku, kali ja dia mau garap aku setelah beres kupas nanasnya. aku balik ke kemar mandi untuk menuntaskan acara keramasku. Aku jadi horny sendiri, sambil mandi aku menggosok2 toketku sampe pentilku mengeras. aku ngilik itilku sendiri sampe aku nyampe.

Aku kaget karena cukup lama aku berswalayan, sampe lupa si tukang sayur gi motongin nanas. Segera aku memakai daster tanpa daleman sama sekali dan keluar. “Sori ya mang, lama ya, sekalian nyuci sih”, kataku. “Nyuci apaan neng, kan ada mesin cuci”. “nyuci yang gak bisa pake mesin cuci. Dah beres ya mang ngupasnya”, kataku. “Udah neng, tinggal dipotong kecil2 aja kalo mo dimakan.

Mo sekalian dipotong2”. “Gak usah deh mang, biar nanti ku potong sendiri kalo mo dimakan”. “Prempuan kan gak bole makan nanas banyak2 neng”. “Mangnya kenapa mang”. “Bisa becek”, jawabnya sambil nyengir. “becek apanya mang”, tanyaku pura2 gak ngerti. “Itunya neng, jadi gak seret lagi kan kalo becek”. “apanya yang becek dan seret si”, aku masi terus bersandiwara. Dia mandangi dadaku terus, emang si dasternya tipis jadi pentilku membayang jelas di dasterku. aku hanya mengenakan daster mini, sehingga paha mulusku menjadi tersingkap, matanya bergantian menelusuri dada dan pahaku. “Ih mamang matanya jelalatan gitu”. “Bisnya neng ngasi liat gitu si”. Wah dah konak ni, itu yang kutunggu2, ku jadi nunggu aja ni apa tindakan dia lebi lanjut.

Aku memasukkan nanas yang sudah dikupas ke lemari es, kemudian menarik tangannya untuk duduk di sofa. Ketika duduk dasterku naik keatas. Aku membiarkan ketika tangannya diletakkan perlahan didengkulku. Dia mulai mengelus2 pahaku. Makin lama elusannya makin keatas, dasterku disingkapnya sehingga pahaku terkespose semuanya.

Elusannya mengarah ke selangkanganku, aku mengangkangkan pahaku secara otomatis. Ketika jarinya mulai mengelus memek dari luar cdku, aku melenguh nikmat, “maaang”. “Napa neng”, katanya sambil mencium pipiku. “Geli mang”. Elusannya menjadi gerakan mencongkel, memekku basah dengan sendirinya dan nyerep ke cdku. itilku menjadi sasaran berikutnya. “Neng dah basah gini, kamu dah napsu ya”, kembali dia mencium pipiku. “Mamang nakal sih tangannya”, jawabku manja. Akhirnya dia menghadapkan tubuhnya ke arahku. kurasakan bibirnya sudah menyentuh leherku, terus menyusur ke pipiku.

Tubuhnya bergeser merapat, bibirku dilumatnya dengan penuh napsu. Sedang kunikmati lidahnya yang menjelajah di mulutku, kurasakan tangan besarnya membuka kancing daster ku dan kemudian menyelusup kedalam dan meremas toketku. toketku tercakup seluruhnya dalam tangannya. aku rasanya sudah tidak kuat menahan gejolak napsuku, padahal baru awal pemanasan. Bibirnya mulai meneruskan jelajahannya, sambil melepaskan dasterku, leherku dikecup, dijilat kadang digigitnya.

Aku mengangkat tanganku keatas untuk mempermudah dia melepaskan dasterku. Sambil tangannya terus meremas-remas toketku. Bibirnya terus menelusur di permukaan kulitku. Dan mulai pentil kiriku tersentuh lidahnya dan dihisap. Terus pindah ke pentil kanan.

Kadang-kadang seolah seluruh toketku akan dihisap. Dan tangan satunya mulai turun dan memainkan puserku, terasa geli tapi nikmat, napsuku makin berkobar karena elusan tangannya. Kemudian tangannya turun lagi dan menjamah selangkanganku. memekku yang pasti sudah basah sekali. Dibelainya celah memekku lagi dengan perlahan. Sesekali jarinya kembali menyentuh itilku. Bergetar semua rasanya tubuhku, kemudian CD ku yang sudah basah itu dilepaskannya.

Aku mengangkat pantatku agar dia bisa melepas pembungkus tubuhku yang terakhir. Jarinya mulai sengaja memainkan itilku. Dan akhirnya jari besar itu masuk ke dalam memekku. Oh, nikmatnya, bibirnya terus bergantian menjilati pentil kiri dan kanan dan sesekali dihisap dan terus menjalar ke perutku. Dan akhirnya sampailah ke memekku. Kali ini diciumnya jembutkudan aku rasakan bibir memekku dibuka dengan dua jari.

Dan akhirnya kembali memekku dibuat mainan oleh bibirnya, kadang bibirnya dihisap, kadang itilku, namun yang membuat aku tak tahan adalah saat lidahnya masuk di antara kedua bibir memekku sambil menghisap itilku. Dia benar benar mahir memainkan memekku. Hanya dalam beberapa menit aku benar-benar tak tahan.

Dan.. Aku mengejang dan dengan sekuatnya aku berteriak sambil mengangkat pantatku supaya merapatkan itilku dengan mulutnya, kuremas-remas rambutnya. Dia terus mencumbu memekku, rasanya belum puas dia memainkan memekku hingga napsuku bangkit kembali dengan cepat. “Mamang pinter banget ngerangsang aku. Biasanya sama siapa mang maennya. Aku sudah pengen dientot.” kataku memohon sambil kubuka pahaku lebih lebar.

Dia tidak menjawab, bangkit dan mengangkat badanku yang sudah lemes dan dibawanya ke kamarku. Aku dibaringkan di ranjang dan dia mulai membuka bajunya, kemudian celananya. Aku terkejut melihat kon tolnya yang besar dan panjang nongol dari bagian atas CDnya. Kemudian dia juga melepas CD nya.

Sementara itu aku dengan berdebar terbaring menunggu dengan semakin berharap. kon tolnya yang besar dan panjang dan sudah maksimal ngacengnya, tegak hampir menempel ke perut. Aku merinding apakah muat kon tol segitu besarnya di memekku. Dan saat dia pelan-pelan menindihku, aku membuka pahaku makin lebar, rasanya tidak sabar memekku menunggu masuknya kon tol extra gede itu. Aku pejamkan mata.

Dia mulai mendekapku sambil terus mencium bibirku, kurasakan bibir memekku mulai tersentuh ujung kon tolnya. Sebentar diusap-usapkan dan pelan sekali mulai kurasakan bibir memekku terdesak menyamping. Terdesak kepala kon tolnya yang besar itu. Ohh, benar benar kurasakan penuh dan sesak liang memekku dimasuki kon tolnya. Aku menahan nafas. Dan nikmat luar biasa. Mili per mili. Pelan sekali terus masuk kon tolnya. Aku mendesah tertahan karena rasa yang luar biasa nikmatnya. Terus.. Terus.. Akhirnya ujung kon tol itu menyentuh bagian dalam memekku. Terasa sangat mengganjal sekali rasanya, besar, keras dan panjang. Dia terus menciumi bibir dan leherku.

Dan tangannya tak henti-henti meremas-remas toketku. Tapi konsentrasi kenikmatanku tetap pada kon tol besar yang mulai dienjotkan halus dan pelan. Aku benar benar cepat terbawa ke puncak nikmat yang belum pernah kualami. Nafasku cepat sekali memburu, terengah-engah. Aku benar benar merasakan nikmat luar biasa merasakan gerakan kon tol besar itu. Maka hanya dalam waktu yang singkat aku makin tak tahan. Dan dia tahu bahwa aku semakin hanyut. Maka makin gencar dia melumat bibirku, leherku dan remasan tangannya di toketku makin kuat.

Dengan tusukan kon tolnya yang agak kuat dan dipepetnya itilku dengan menggoyang goyangnya, aku menggelepar, tubuhku mengejang, tanganku mencengkeram kuat-kuat sekenanya. memekku menegang, berdenyut dan mencengkeram kuat-kuat, benar-benar puncak kenikmatan yang luar biasa. Aku tak ingat apa-apa lagi kecuali kenikmatan dan kenikmatan. “Maang, aku nyampe maang”, Aku sendiri terkejut atas teriakkan kuatku. Setelah selesai, pelan pelan tubuhku lunglai, lemas.

Setelah dua kali aku nyampe dalam waktu relatif singkat, namun terasa nyaman sekali, Dia membelai rambutku yang basah keringat. Kubuka mataku, Dia tersenyum dan menciumku penuh napsu, tak henti hentinya toketku diremas-remas pelan. Tiba tiba, serangan cepat bibirnya melumat bibirku kuat dan diteruskan ke leher serta tangannya meremas-remas toketku lebih kuat.

Napsuku naik lagi dengan cepat, saat kembali dia mengenjotkan kon tolnya semakin cepat. Uhh, sekali lagi aku nyampe, yang hanya selang beberapa menit, dan kembali aku berteriak lebih keras lagi. Dia terus mengenjotkan kon tolnya dan kali ini dia ikut menggelepar, wajahnya menengadah. Satu tangannya mencengkeram lenganku dan satunya menekan toketku. Aku makin meronta-ronta tak karuan. Puncak kenikmatan diikuti semburan peju yang kuat di dalam memekku, menyembur berulang kali.

Oh, terasa banyak sekali peju kental dan hangat menyembur dan memenuhi memekku, hangat sekali dan terasa sekali peju yang keluar seolah menyembur seperti air yang memancar kuat. Setelah selesai, dia memiringkan tubuhnya dan tangannya tetap meremas lembut toketku sambil mencium wajahku. “Neng luar biasa, memeknya peret dan nikmat sekali. Gak apa kan aku ngecret didalem”, pujinya sambil membelai dadaku. “Gak apa kok mang, lebih nikmat lagi kesemprot peju anget. Mamang juga hebat. Bisa membuat aku nyampe beberapa kali, dan baru kali ini akubisa nyampe dan merasakan kon tol raksasa. Hihi..” “Jadi neng suka dengan kon tolku?” godanya sambil menggerakkan kon tolnya dan membelai belai wajahku. “Ya mang, kon tol mamang nikmat, besar , panjang dan keras banget” jawabku jujur. Dia memang sangat pandai memperlakukan wanita. Dia tidak langsung mencabut kontolnya, tapi malah mengajak mengobrol sembari kon tolnya makin mengecil.

Dan tak henti-hentinya dia menciumku, membelai rambutku dan paling suka membelai toketku. Aku merasakan pejunya yang bercampur dengan cairan memekku mengalir keluar. Setelah cukup mengobrol dan saling membelai, pelan-pelan kon tol yang telah menghantarkan aku ke awang awang itu dicabut sambil dia menciumku. Tak lama kemudian tertidurlah aku dalam pelukannya, merasa nyaman dan benar-benar aku terpuaskan dan merasakan apa yang selama ini hanya kubayangkan saja.

Aku bangun masih dalam pelukannya. Katanya aku tidur nyenyak sekali, sambil membelai rambutku. Hari dah menjelang sore. Kurang lebih setengah jam kami berbaring berdampingan. Ia lalu mengajakku mandi. Dibimbingnya aku ke kamar mandi, saat berjalan rasanya masih ada yang mengganjal memekku dan ternyata masih ada peju yang mengalir di pahaku, mungkin saking banyaknya dia mengecretkan pejunya di dalam memekku. Dalam bathtub yang berisi air hangat, aku duduk di atas pahanya. Dia mengusap-usap menyabuni punggungku, dan akupun menyabuni punggungnya. Dia memelukku sangat erat hingga dadanya menekan toketku. DAFTAR SITUS JUDI ONLINE TERPERCAYA


Sesekali aku menggeliatkan badanku sehingga pentilku bergesekan dengan dadanya yang berbulu dan dipenuhi busa sabun. Pentilku semakin mengeras. Pangkal pahaku yang terendam air hangat tersenggol2 kontolnya. Hal itu menyebabkan napsuku mulai berkobar kembali. Aku di tariknya sehingga menempel lebih erat ke tubuhnya. Dia menyabuni punggungku. Sambil mengusap-usapkan busa sabun, tangannya terus menyusur hingga tenggelam ke dalam air. Dia mengusap-usap pantatku dan diremasnya. kon tolnya pun mulai ngaceng ketika menyentuh memekku. Terasa bibir luar memekku bergesekan dengan kon tolnya. Dengan usapan lembut, tapak tangannya terus menyusuri pantatku. Dia mengusap beberapa kali hingga ujung jarinya menyentuh lipatan daging antara lubang pantat dan memekku. “mamang nakal!” desahku sambil menggeliat mengangkat pinggulku.

Walau tengkukku basah, aku merasa bulu roma di tengkukku meremang akibat nikmat dan geli yang mengalir dari memekku. Aku menggeliatkan pinggulku. Ia mengecup leherku berulang kali sambil menyentuh bagian bawah bibir memekku. Tak lama kemudian, tangannya semakin jauh menyusur hingga akhirnya kurasakan lipatan bibir luar memekku diusap-usap. Dia berulang kali mengecup leherku. Sesekali lidahnya menjilat, sesekali menggigit dengan gemas. ”Aarrgghh.. Sstt.Sstt..” rintihku berulang kali. Lalu aku bangkit dari pangkuannya. Aku tak ingin nyampe hanya karena jari yang terasa kesat di memekku.

Tapi ketika berdiri, kedua lututku terasa goyah. Dengan cepat dia pun bangkit berdiri dan segera membalikkan tubuhku. Dia tak ingin aku terjatuh. Dia menyangga punggungku dengan dadanya. Lalu diusapkannya kembali cairan sabun ke perutku. Dia menggerakkan tangannya keatas, meremas dengan lembut kedua toketku dan pentil ku dijepit2 dengan jempol dan telunjuknya. Pentil kiri dan kanan diremas bersamaan.

Lalu dia mengusap semakin ke atas dan berhenti di leherku. “Mang, lama amat menyabuninya” rintihku sambil menggeliatkan pinggulku. Aku merasakan kon tolnya semakin keras dan besar. Hal itu dapat kurasakan karena kon tolnya makin dalam terselip di pantatku. Tangan kiriku segera meluncur ke bawah, lalu meremas biji pelernya dengan gemas. Dia menggerakkan telapak kanannya ke arah pangkal pahaku.

Sesaat dia mengusap usap jembutku, lalu mengusap memekku berulang kali. Jari tengahnya terselip di antara kedua bibir luar memekku. Dia mengusap berulang kali. itilku pun menjadi sasaran usapannya. “Aarrgghh..!” rintihku ketika merasakan kon tolnya makin kuat menekan pantatku. Aku merasa lendir membanjiri memekku. Aku jongkok agar memekku terendam ke dalam air. Kubersihkan celah diantara bibir memekku dengan mengusapkan 2 jariku.

Ketika menengadah kulihat kon tolnya telah berada persis didepanku. kon tolnya telah ngaceng berat. “Mang, kuat banget sih, baru aja ngecret di memekku sekarang sudah ngaceng lagi”, kataku sambil meremas kon tolnya, lalu kuarahkan ke mulutku. Kukecup ujung kepala kon tolnya. Tubuhnya bergetar menahan nikmat ketika aku menjilati kepala kon tolnya. Dia meraih bahuku karena tak sanggup lagi menahan napsunya.

Setelah berdiri, kaki kiriku diangkat dan letakkan di pinggir bath tub. Aku dibuatnya menungging sambil memegang dinding di depanku dan dia menyelipkan kepala kon tolnya ke celah di antara bibir memekku. ”Argh, aarrgghh..,!” rintihku. Dia menarik kon tolnya perlahan-lahan, kemudian mendorongnya kembali perlahan-lahan pula. Bibir luar memekku ikut terdorong bersama kon tolnya. Perlahan-lahan menarik kembali kon tolnya sambil berkata “Enak neng?”. ”Enaak banget mang”, jawabku!” Dia mengenjotkan kon tolnya dengan cepat sambil meremas bongkah pantat ku dan tangan satunya meremas toketku. “Aarrgghh..!” rintihku ketika kurasakan kon tolnya kembali menghunjam memekku. Aku terpaksa berjinjit karena kon tol itu terasa seolah membelah memekku karena besarnya. Terasa memekku sesek kemasukan kon tol besar dan panjang itu.

Kedua tangannya dengan erat memegang pinggulku dan dia mengenjotkan kon tolnya keluar masuk dengan cepat dan keras. Terdengar ‘cepak-cepak’ setiap kali pangkal pahanya berbenturan dengan pantatku. “Aarrgghh.., aarrgghh..!Mang.., aku nyampe..!” Aku lemas ketika nyampe lagi untuk kesekian kalinya.

Rupanya dia juga tidak dapat menahan pejunya lebih lama lagi. “Aarrgghh.., neng”, kata nya sambil menghunjamkan kon tolnya sedalam-dalamnya. “Mang.., sstt, sstt..” kataku karena berulangkali ketika merasa tembakan pejunya dimemekku. “Aarrgghh.., neng, enaknya!” bisiknya ditelingaku. “Mang.., sstt.., sstt..! Nikmat sekali ya dien tot mamamng”, jawabku karena nikmatnya nyampe. Dia masih mencengkeram pantatku sementara kon tolnya masih nancep dimemekku. Beberapa saat kami diam di tempat dengan kon tolnya yang masih menancap di memekku. Kemudian dia membimbingku ke shower,menyalakan air hangat dan kami berpelukan mesra dibawah kucuran air hangat.

Setelah selesai aku keluar duluan, sedang dia masih menikmati shower. Selesai dengan rambut yang masih basah dan masih bertelanjang bulat, aku keluar dari kamar mandi. Hari dah mulai gelap. Aku menyiapkan makan malem sambil tetep bertelanjang bulat. Masakanku tadi siang kuangetin lagi, demikian juga nasinya. Diapun keluar kamar bertelanjang bulat juga, sepertinya dia masih mau sekali lagi. Kami nyantap makanan sambil ngobrolin kenikmatan yang baru kami nikmati. “Mamang pengalaman sekali ngegarap tubuhku, sampe aku klojotan berkali2, biasanya garap siapa mang?. “Iya neng, biasanya aku suka maen ma pembantu2 aja yang pengen kugarap, baru sekali ini maen ma yang punya rumah. jau lebi nikmat lah ma neng, neng mana cantik, putih, mulus lagi”.

Setelah makan, aku ngajak duduk di sofa. dia memintaku duduk di pangkuannya. Aku menurut saja. Sambil mengobrol, aku dimanja dengan belaiannya. Diraihnya daguku, dan diciumnya bibirku dengan hangatnya, aku mengimbangi ciumannya. Dan selanjutnya kurasakan tangannya mulai meremas gemes toketku, kemudian tangannya menelusuri antara dada dan pahaku. Nikmat sekali rasanya, tapi aku sadar bahwa sesuatu yang aku duduki terasa mulai agak mengeras. Ohh, langsung aku bangkit.

Cerita Sange | Aku bersimpuh di depannya dan ternyata kon tolnya sudah mulai ngaceng, walau masih belum begitu mengeras. Kepala kon tolnya ku raih, ku belai dan sebelum penuh ngacengnya langsung aku kulum kon tolnya. Tapi hanya bisa sesaat, sebab dengan cepatnya kon tolnya makin membengkak dan dia mulai menggeliat dan berdesis menahan kenikmatan permainan lidahku dan membuat mulutku semakin penuh. “Mamang hebat ya sudah ngaceng lagi, kita lanjut yuk mang”, kataku yang juga sudah terangsang. Rupanya dia makin tak tahan menerima rangsangan lidahku. Maka aku ditarik dan diajak ke kamar.

Aku berbaring diranjang yang masih berantakan sisa pertempuran seru tadi. Kakiku ditahannya sambil tersenyum, diteruskan dengan membuka kakiku dan dia langsung menelungkup di antara pahaku. “Aku suka melihat memek neng” ujarnya sambil membelai bulu jembutku. Aku merasakan dia terus membelai jembutku dan bibir memekku. Kadang-kadang dicubit pelan, ditarik-tarik seperti mainan. Aku suka memekku dimainkan berlama-lama, aku terkadang melirik apa yang dilakukannya. Seterusnya dengan dua jarinya membuka bibir memekku, aku makin terangsang dan aku merasakan makin banyak keluar cairan dari memekku. Dia terus memainkan memekku seolah tak puas-puas memperhatikan memekku, kadang kadang disentuh sedikit itilku, membuat aku penasaran. Tak sadar pinggulku mulai menggeliat, menahan rasa penasaran. Maka saat aku mengangkat pinggulku, langsung disambut dengan bibirnya. Terasa dia menghisap lubang memekku yang sudah penuh cairan. Lidahnya ikut menari kesana kemari menjelajah seluruh lekuk memekku, dan saat dihisapnya it ilku dengan ujung lidahnya, cepat sekali menggelitik ujung itilku, benar benar aku tersentak. Terkejut kenikmatan, membuat aku tak sadar berteriak..“Aauuhh!!”. Benar benar hebat dia merangsangku, dan aku sudah tak tahan lagi. “Ayo dong mang, aku pingin dientot lagi” ujarku.

Dia langsung menempatkan tubuhnya makin ke atas dan mengarahkan kon tol gedenya ke arah memekku. Aku masih sempat melirik saat dia memegang kon tolnya untuk diarahkan dan diselipkan di antara bibir memekku. Kembali aku berdebar karena berharap. Dan saat kepala kon tolnya telah menyentuh di antara bibir memekku, aku menahan nafas untuk menikmatinya. Dan dilepasnya dari pegangan saat kepala kon tolnya mulai menyelinap di antara bibir memekku dan menyelusup lubang memekku hingga aku berdebar nikmat. Pelan-pelan ditekannya dan dia mulai mencium bibirku lembut. Kali ini aku lebih dapat menikmatinya. Makin ke dalam.. Oh, nikmat sekali. kon tolnya semakin masuk. Belum semuanya masuk, Dia menarik kembali seolah akan dicabut hingga tak sadar pinggulku naik mencegahnya agar tidak lepas.

Beberapa kali dilakukannya sampai akhirnya aku penasaran dan berteriak-teriak sendiri. Setelah dia puas menggodaku, tiba tiba dengan hentakan agak keras, dipercepat gerakan mengenjotnya hingga aku kewalahan. Dan dengan hentakan keras serta digoyang goyangkan, tangan satunya meremas toketku, bibirnya dahsyat menciumi leherku. Akhirnya aku mengelepar-gelepar. Dan sampailah aku kepuncak.

Tak tahan aku berteriak, terus Dia menyerangku dengan dahsyatnya, rasanya tak habis-habisnya aku melewati puncak kenikmatan. Lama sekali. Tak kuat aku meneruskannya. Aku memohon, tak kuat menerima rangsangan lagi, benar benar terkuras tenagaku dengan orgasme berkepanjangan. Akhirnya dia pelan-pelan mengakhiri serangan dahsyatnya. Aku terkulai lemas sekali, keringatku bercucuran. Hampir pingsan aku menerima kenikmatan yang berkepanjangan. Benar-benar aku tidak menyesal ngen tot dengan dia, dia memang benar-benar hebat dan mahir dalam ngen tot, dia dapat mengolah tubuhku menuju kenikmatan yang tiada tara.

Lamunanku lepas saat pahanya mulai kembali menjepit kedua pahaku dan dirapatkan, tubuhnya menindihku serta leherku kembali dicumbu. Kupeluk tubuhnya yang besar dan tangannya kembali meremas toketku. Pelan-pelan mulai dienjotkan kon tolnya. Kali ini aku ingin lebih menikmati seluruh rangsangan yang terjadi di seluruh bagian tubuhku. Tangannya terus menelusuri permukaan tubuhku. Dadanya merangsang dadaku setiap kali bergeseran mengenai pentilku. Dan kon tolnya dipompakan dengan penuh napsu, bibirnya menjelajah leher dan bibirku. Ohh, luar biasa. Lama kelamaan tubuhku yang semula lemas, mulai terbakar lagi. Aku berusaha menggeliat, tapi tubuhku dipeluk cukup kuat, hanya tanganku yang mulai menggapai apa saja yang kudapat.

Dia makin meningkatkan cumbuannya dan memompakan kon tolnya makin cepat. Gesekan di dinding memekku makin terasa. Dan kenikmatan makin memuncak. Maka kali ini leherku digigitnya agak kuat dan dimasukkan seluruh batang kon tolnya serta digoyang-goyang untuk meningkatkan rangsangan di itilku. Maka jebol lah bendungan, aku mencapai puncak kembali. tiba tiba dia dengan cepat mengenjot lagi. Kembali aku berteriak sekuatku menikmati ledakan orgasme yang lebih kuat, aku meronta sekenaku. Gila, batinku, dia benar-benar membuat aku kewalahan. Kugigit pundaknya saat aku dihujani dengan kenikmatan yang bertingkat-tingkat.

Sesaat dia menurunkan gerakannya, tapi saat itu dibaliknya tubuhku hingga aku di atas tubuhnya. Aku terkulai di atas tubuhnya. Dengan sisa tenagaku aku keluarkan kon tolnya dari memekku. Dan kuraih batang kon tolnya. Tanpa pikir panjang, kon tol yang masih berlumuran cairan memekku sendiri kukulum dan kukocok. Dan pinggulku diraihnya hingga akhirnya aku telungkup di atasnya lagi dengan posisi terbalik. Kembali memekku yang berlumuran cairan jadi mainannya, aku makin bersemangat mengulum dan menghisap sebagian kon tolnya.

Dipeluknya pinggulku hingga sekali lagi aku orgasme. Dihisapnya it ilku sambil ujung lidahnya menari cepat sekali. Tubuhku mengejang dan kujepit kepalanya dengan kedua pahaku dan kurapatkan pinggulku agar bibir memekku merapat ke bibirnya. Ingin aku berteriak tapi tak bisa karena mulutku penuh, dan tanpa sadar aku menggigit agak kuat kon tolnya dan kucengkeram kuat dengan tanganku saat aku masih menikmati orgasme.

“Neng, aku mau ngecret di dalam memek neng ya”, katanya sambil menelentangkan aku. “Ya, mang”, jawabku. Dia menaiki aku dan dengan satu hentakan keras, kon tolnya yang besar sudah kembali menyesaki memekku. Dia langsung mengenjot kon tolnya keluar masuk dengan cepat dan keras. Dalam beberapa enjotan saja tubuhnyapun mengejang. Pantat kuhentakkan ke atas dengan kuat sehingga kon tolnya nancap semuanya ke dalam memekku dan akhirnya crot .. crot ..crot, pejunya muncrat dalam beberapa kali semburan kuat.

Herannya, ngecretnya yang ketiga masih saja pejunya keluar banyak, memang luar biasa staminanya. Dia menelungkup diatasku sambil memelukku erat2. “Neng, nikmat sekali ngen tot sama neng, memek neng kuat sekali cengkeramannya ke kon tolku”, bisiknya di telingaku. “Ya mang, aku juga nikmat sekali, tentu saja cengkeraman memekku terasa kuat karena kon tol mamang kan gede banget. Rasanya sesek deh memekku kalau mamang neken kon tolnya masuk semua”. “Sayangnya aku kudu balikl neng, kudu nyiapin dagangan sayur buat besok lagi. Suaminya blon pulang ya neng”. “Ah dia kalo dah kerja ya lupa ma aku mang. Kalau ada kesempatan, aku dientot lagi ya mang”, jawabku.

Sahabat303 - Agen Sabung Ayam, Agen Bola, SBOBET, IBCBET, Casino Online Terpercaya
  • Bonus Deposit 10% (Khusus Sportbook) Setiap Harinya
  • Bonus Deposit 10 % Khusus Tangkas Setiap harinya
  • Bonus Cashback Sport Up To 16%
  • Bonus Cashback Casino 2%
  • Bonus Rollingan Casino 0.7%
  • Bonus Cashback Sabung Ayam Up To 10%
  • Bonus Referral 2% Seumur Hidup
Kami juga memiliki layanan custumer service yang ramah dan profesional untuk melayani anda kapan pun.

Share:

Cerita Sex Bercinta Dengan Gadis Sangek

DAFTAR SITUS JUDI ONLINE TERPERCAYA Perkenalkan nama saya Algan, saya berasal dari bandung dan dari kecil saya tinggal dibandung bersama ibu dan ayah saya, saat ini saya masih sekolah kelas 3 SMA di salah satu sekolah negeri di kota bandung, sehari2 saya hanya sekolah, pulang, bantu2 ibu dan main bersama teman2 sebaya, mengerjakan PR dan nonton Tv atau main Game seperti layaknya remaja pad aumumny.

pengalaman saya dalam hal sex bermula saat ibu saya mengajak saya berlibur di desa tempat kelahiran ibu, tentu saja tempat kelahiran saya juga karna saya pindah ke bandung saat saya umur 5 tahun atau saat saya mau masuk TK, hari itu adalah hari libur pertengahan semester dan saya libur sangat panjang karna kebetulan sekolah saya direhab ulang agar gedung2 yang rusak menjadi lebih baik dan tidak membahayakan siswa siswi saat proses belajar.

Hari itu hari jum`at saya dan ibu saya berangkat menggunakan bus antar kota menuju sebuah desa di jawa tengah, nama desanya adalah desa Pucukwaru di desa ini semua penduduknya masih sangat tradisional sekali, bahkan di desa ini masih jarang kendaraan roda empat atau mobil jadi dari terminal ke desa saya terpaksa harus menggunakan jas aojek, jauh terminal dengan desa kira2 satu jam lebih, jauh dan agak terpencil memang, namun orang2 dan suasana desa ini membuat saya betah tinggal lama di desa ini, karna memang disini sudah ada listrik,

jadi TV,DVD,GAME dan lain2 bisa saya nikmati disini, bahkan jaringan telepon selular untuk internet juga lumayan lancar, malam sekitar pukul 9 saya sampai di desa tersebut, saya dan ibu yang membawa barang banyak seperti pakaian ganti dan buah2an untuk oleh2 pun disambut gembira oleh bulik saya, yaitu bulik Yarmi istri dari pamanku atau paklik, beliau adalah adik dari ibuku yang nomer dua, sedangkan adik ibuku yang terakhir juga wanita bernama bulik Yarma yang tinggal di semarang bersama nenek saya, sedang kakek saya sudah wafat 2 tahun lalu, saya dan ibu langsung masuk kerumah yang lumayan besar walau bangunan sudah cukup tua namun terawat dan bersih, nampaknya bulik yarmi adalah sosok yang rajin, maklum lah orang desa yang utun pasti rajin2.

Lama kami berempat saya, ibu, bulik yarmi dan palik seno bercanda dan saling bercerita hingga larut malam dan ibu merasa ngantuk, kami semuapun juga ngantuk, kami pergi tidur masing2, ibuku memilih tidur dikamar, sedang paklik sama bulik tidur dikamar mereka, saya sendiri memilih untuk tidur di depan TV karna disana luar dan enak buat tidur, malas juga harus pindah kekamar karna udah sangat capek.

Dingin nya angin malam dan nyamuk2 nakal membuat saya terbangun di malam hari sekitar pukul 2 dini hari, saya dengan malas menyusul ibuku pindah ke kamar untuk tidur bareng ibu, setelah membuka pintu perlahan dan masuk agar tidak membangunkan ibu saya sangat kaget melihat posisi tidur ibu saya yang miring, namun rok nya tersingkap sehingga menampakan paha mulus dan celana dalam ibu yang berwarna putih, pantat ibu sangat besar dan bulat, lama saya menikmati pemandangan ibu,

tak terasa kontol saya menegang dan ngaceng sengaceng2nya, namun bagaimanapun dia adalah ibu saya dan saya hanya bisa memandanginya saja, saya tidak mau dan tidak berani berbuat lebih, hingga saya kembali tertidur dalam keadaan ngaceng, pagi harinya pagi2 sekali saya merasa ada tangan yang memegang kontol ngaceng saya, entah siapa, mungkin ibu saya mengecek apakah anaknya udah dewasa apa belum. Saya beranjak dari tidur saya, saya melihat ibu sudah tidak ada di sebelah saya, saya juga mendengar suara sepeda motor paklik saya yang seorang pedagang berlalu pergi berangkat berjualan di pasar kota, saya yang masih agak ngantuk samar2 mendengar suara wanita2 berbicara di belakang, kedengaran nya suara ibu dan bulik yarmi mengobrol di belakang mungkin di kamar mandi, kamar mandi disini terletak dibelakang rumah yang berbatasan langsung dengan tembok pagar yang lumayan tinggi karna dibelakang sudah tidak ada rumah, melainkan tanaman singkong dan jagung, dan kamar mandi hanya berdinding bambu yang berlubang disana-sini termakan usia hanya sebatas dada orang dewasa saja,

disebelahnya berbatasan langsung dengan WC untuk buang airbesar dan letaknya yang berbatasan langsung dengan bilik tempat mandi sangat terbuka dan hampir tidak tertutup penuhjadi saat kita mandi apabila ada orang boker pasti mudah sekali dilihat, pagi itu tampak ibu sedang eek dan bulik sedang mencuci baju dan beberapa piring dan gelas kotor, saya dengar percakapan mereka mengenai kabar bulik yarni yang di semarang dan nenek, ketika saya menyapa mereka bulik saya yang sedang mencuci pakaian dalam seperti CD dan kutang pun kaget “hoalah le..le… mbok ya jangan ngagetin bulik to, nanti kalo jantung bulik copot kepye coba?” saya menjawab “salah sendiri ngobrol asik banget, gk tahu saya datang” dan di saat saya selesai bicara terdengar suara dari ibu saya yang sedang eek “tuuuuttttt…..brrruuutttttt” lalu saya dan bulik juga ibu sama2 sama tertawa mendengar suara kentut ibu yang setengah ditahan dan dikeluarkan “eh yu, kentutnya kok bisa kayak gitu, nanti kalo tai nya morat-marit tercecer kemana2 gimana? hahahaha” canda bulik saya, saya hanya tersenyum sambil membayangkan dubur ibu saat mengeluarkan tai dan kentut,

saya yang masih ngaceng jadi semakin ngaceng,iseng saya menunduk melihat bulik yang sedang jongkok hanya memakai daster pendek tanpa lengan saya melihat belahan dada bulik yang tidak memakai kutang, karna memang tidak ada tali kutang di pundak bulik jadi saya yakin bulik tidak memakai kutang, tampak putih sekali payudara bulik, pentilnya pun kelihatan sangat besar, dasar bulik orang desa yang lugu, saya melihat di ketiak atau ketek bulik ditumbuhi bulu yang sngat lebat dan hitam, mungkin bulik jarang mencukurnya, padahal ibu saya juga punya bulu ketek tapi tidak setebal bulu ketek bulik, tambah ngaceng saja saya melihat itu, lagi asik2nya menghayal tiba2 ibu berkata dari dalam WC “le ambilin air gih, ibu mau cebok aja lupa bawa air, tadi biu kebelet banget,”

saya langsung mengambil ember dan saya isi air, ‘ditaruh mana bu?” “sini masuk, taruh di dalam, ibu males berdiri, nanti pantat ibu belepotan tai lo, kan masih lengket di anus ibu” wah ibu vulgar banget ya, saya yang kebelet pipis dari tadi bingung mau pipis dimana, di WC ada ibu yang sedang cebok sambil bersihin memek atau istilah desa sini nama nya tempik ibu menggosok2 tempiknya tanpa mempedulikan saya, sedangkan di kamar mandi bulik sedang mencuci dan berjongkok, ya ampun dari belahan paha bulik saya melihat bulik juga tidak pakai CD, terbukti saat jongkok dan mencuci bulik mengangkang dan bulu jembut nya yang luuuuar biasa tebal, lebat dan hitam pekat berhamburan kemana2. DAFTAR SITUS JUDI ONLINE TERPERCAYA

“aku kencing dimana ini ? ibu sih lama banget cebok nya” ibuku yang orang jawa menjawab “sek to le, sek ngresiki tempek ki lo’ saya yang memang dari kecil tinggal di bandung kurang paham artinya, tapi setahu saya beliau sedang membersihkan memeknya, “sudah kencing disini aja, lagian manukmu kan masih kecil to le, bulik aja gak tega melihatnya’ kata bulik saya, saya jadi tersinggung namun merasa bersemangat dan tertantang menunjukkan kontol saya akibat kata-kata bulik tadi, saya jongkok di depan nya agak jauh agar tidak mengenai cucian dia saat saya kencing, saya langsung jongkok dan menunjukkan kontol saya yang ngaceng dan sedang mengeluarkan air kencing,

bulik melihat itu dan hanya tersenyum saja, tiba2 ibu keluar dari WC dan berkata “loh, yang tadi malam njongat kayak bambu runcing ternyata peli mu to le?” “iyo mbak, peline anakmu wes gedi banget, padahal masih belum lama disunat” kata bulik saya, saya hanya tersipu sambil terus kencing, belum selesai kencing saya giliran bulik berlari kecil menuju Wc sambil berkata pada ibu saya “sebenarnya dari tadi saya kebelet lo mbak yu, mbakyu ngising wae kok lama banget, ngeluarin kambing ya?” “ngeluarin kelapa” canda ibu saya, tak lama saya melihat bulik meletakkan kakinya di kedua sisi Wc dan mengangkat dasternya saya yakin bulik sengaja mengarahkan bokong dan anus nya kemuka saya sambil mengeluarkan kentut nya.

“brrreeeeetttttttttt…tetetetetet…bbbbrruuuoootttt” kemudian berbalik dan tersenyum, di depan saya saya melihat bulik sedang eek di Wc saya melihat tempik bulik yang berjembut lebat mengeluarkan air kencing nya yang deras dan berwarna kuning, “jjjuuuussstttttsstttttsttttsttttstttttscccccssssssssssssttt” suara tempik bulik saay kencing, sedangkan anus bulik yang juga berjembut tipis2 mengeluarkan eek atau tai yang berwarna kuning kecoklatan sambil kembali bulik terkentut2, mungkinperutnya sakit dari pas ibuku eek tadi, disebelah saya ibu sedang mandi menyiram badan nya dengan air dan menyabuni susu nya, bokong serta tempiknya yang berjembut lebat, tidak lupa dia keramas mengeramasi rambut dan bulu keteknya, saya ngaceng sekali pagi itu, tanggung saya melihat ibu, saya lebih suka melihat bulik yang sedang eek, saya tahu sebenarnya bulik sadar saya sedang melihat dia eek, setelah ibu selesai mandi dan pergi kedalam bulik mulai berkata ‘lihat apa kamu le?” “anu bulik, lihat bambu” “halah wong bambu kok dilihat, bilang aja lagi lihat bulik ngising(eek) ya to?” ‘nggak kok bulik” takut juga saya melihat ekspresi wajah bulik “belum pernah ngerti tempik ya le?” “udah bulik’ “dimana?”

“di film porno bulik”
“hhmmmmm, sering lihat film porno ya?”
“iya bulik habisnya…”
belum selesai saya bicara bulik berkata
“tapi belum pernah lihat yang begini kan? belum pernah lihat wanita eek tempik kencing dan anus nya ngeluarin tai kan?”
“belum bulik, baru kali ini”
“terus gimana rasanya? kamu ngaceng kan le?”
“iya bulik”
“kamu pernah ngeloco le?”
‘apa itu bulik?’
“ngocok” jawab bulik
“ooohhh… pernah bulik”
“kalo kamu mau ngeloco aja sambil lihat bulik, mumpung masih pagi”
“gak papa bulik?”

bulik hanya mengagung sambil melihat kontol saya, saya yang sudah sangat terngsang dan ngaceng karna ulah ibu terlebih ulah bulik saya langsung saya menggenggam kontol saya dan ngocok di depan bulik.
“enak po gak le?”
“enak banget bulik”
bulik mulai terlihat nafsu juga melihat saya ngocok di depan dia sambil sama2 jongkok.
“biar kamu tambah ngaceng bulik nungging ya le, kamu bisa lihat anus bulik yang ngeluarin tai’
saya hanya manjawab “iya bulik’

kemudian bulik saya nungging di depan saya mengarahkan anusnya yang berjembut di depan muka saya tampak bulik mengejan agar tai nya segera keluar “eeeeegghhhggggkkkkk’ suara bulik saat mengejan, dan suara kentut bulik terdengar bersamaan dengan tai bulik yang keluar sedikit “ppppprrrrrrtttttttttttttt… brruuuuttttttt, jrooootttttttt’ suara anus bulik bergetar dan mengeluarkan tai yang tercecer di lantai kamar mandi, bulik pun langsung jongkok kembali menghadap saya yang sedang ngocok sambil melet2 tak sadar seperti anjing sambil mengocok kontol dengan menggunakan sabun, bulik juga mnggosok2 tempik nya di depanku sambil berkata vulga “leee…. kontolmu ngaceng to lee.. peli mu gedi lee,,, besar…’

sambil mengocok tempiknya sendiri ‘iya bulik, tempikmu ngacengi bulik, seksi, dan tak lama barengan dengan teriakan kami berdua bulik terlabih dahulu orgasme “crit,crit,cuuurrr” air kenikmatan dari tempik bulik tumpah di lantai Wc dan kamar mandi, sebelum saya muncrat bulik menggantikan tangan saya mengocok kontol saya sambil memperlihatkan ekspresi binal dan ganas yang luar biasa sambil berteriak tanpa peduli terdengar ibu saya “ayoooo lee… muncratin pejuhmu,,, ayo kontooollll,,,, ayo lee… ayo kontol bagusss…. muncrat di muka bulik, sini cah baguss.. muncratin mani mu, sepermamu, pejumu…. pejuhh,,,, sini pejuuhhhhh” dan sedetik kemudian “croootttt…crooottt…crooootttt….cuuurrrrrr…..suuuurrrr” mani saya menyirami muka bulik, dada dan daster bulik, ketek berjembut bulik yang seksi hingga basah.

Sahabat303 - Agen Sabung Ayam, Agen Bola, SBOBET, IBCBET, Casino Online Terpercaya
  • Bonus Deposit 10% (Khusus Sportbook) Setiap Harinya
  • Bonus Deposit 10 % Khusus Tangkas Setiap harinya
  • Bonus Cashback Sport Up To 16%
  • Bonus Cashback Casino 2%
  • Bonus Rollingan Casino 0.7%
  • Bonus Cashback Sabung Ayam Up To 10%
  • Bonus Referral 2% Seumur Hidup
Kami juga memiliki layanan custumer service yang ramah dan profesional untuk melayani anda kapan pun.

Share:

Cerita Seks Kenal Di Tokoh Obat Kuat


DAFTAR SITUS JUDI ONLINE TERPERCAYA Panggil saja namaku denga sebutan Andin, aku seorang ibu rumah tangga beranak 1 dan baru berusia 26 tahun. Anakku kini berusia 4 tahun, dan usia suamiku kini 30 tahun. Aku ibu muda yang selalu memperhatikan keindahan tubuh dan selalu merawat vaginaku agar tetap singset dan Rapet. Semua itu aku lakukan semata-mata demi suamiku agar dia tidak berpaling kepada wanita lain.

Cerita Dewasa Selingkuh Aku sungguh beruntung sekali terlahir dengan keadaan fisik yang bisa dikatakan cantik dan menarik, (itu pendapat dari orang-orang loh,hihihi). Kulitku yang putih lembut,body sintal,perut singset,payudara montok, dan pantat semok yang membuat suamiku cinta dan selalu nafsu jika berduaan denganku. Karena sering merawat tubuh walupun aku sudah mempunyai anak namun aku masih seperti perawan.

Aku dan suamiku sama-sama penggila seks, arti kata penggila sex disini bukan sering selingkuh, tapi kami berdua jika bercinta sangatlah liar dengan penuh varasi piosisi sex. Bahkan semua gaya sex yang ada di buku kamasutra sudah pernah kami peragakan ktika kami bercinta. Bahkan jika aku tidak datang bulan aku dan suamiku bisa ML sehari sampai 3 kali, dan itu hampir setiap hari.

Aku sungguh sayang sekali dengan suamiku, selain dia kuat dalam berhubungan sex, dia juga seorang pekerja keras dan sayang sekali kepada anak istri. Dari hasil kerja kerasnya diusia rumah tangga kami yang baru 4 tahun ini kami sudah mempunyai rumah yang layak huni,mobil,dan tabungan pribadi dan tabungan untuk

Oh iya suamiku bukanlah seorang pegawai kantoran ataupun pegawai negri. Dia adalah seorang wirausaha yang mandiri dan pandai melihat peluang bisnis. Alhasil dari ketekunanya kami sudah memiliki asset yang lumayan. Dia selalu menuruti keinginanku begitu pula untuk anak lelakinya, tak pernah sekalipun dia menolak atau tidak memberikan yang aku dan anakku inginkan.

Suamiku dan aku sama-sama setia dan pengertian, sebagai seorang wanita yang hanya menjadi ibu rumah tangga aku sangatlah menghargai suamiku tercinta, sebut saja nama suamiku Ardhi. Kehidupan rumah tangga kami sangatlah bahagia dan romantis. Namun entah mengapa akhir-akhir ini daya sexsualnya Mas Ardhi menurun drastis, padahal diakan masih berusia 30 tahun,huftt.

Pada akhir-akhir ini jika aku hitung rata-rata Mas Ardhi hanya berhubungan sex denganku semingu 2 kali itupun jika aku yang meminta. Dalam setiap berhubungan sex kita hanya satu kali ML saja, dan yang lebih parahnya setiap kami ML mas Ardhi hanya bertahan paling lama 3 menit. Beda sekali dengan dulu dia kuat dan selalu minta tambah jika ML denganku.

Sempat aku berfikir dia mempunyai selingkuhan karena dia kurang bergairah denganku. Namun sekitar kurang lebih satu bulan aku menyelidiki secara diam-diam dari handphone serta teman-temanya, dia tidak ada indikasi selingkuh sedikitpun. Sampai disitu aku masih bersyukur suami masih setia walupun dia tidak seperkasa dulu dalam berhubungan sex.

Setiap berhubungan sex dengan suamiku aku sebenarnya selalu tersuiksa, kenpa aku berkata sepertin itu ?? karena aku tidak bisa mendapat klimaksku, gimana mau klimaks baru 2 menit aja dia udah negcrot,huhh. Dari kebiasaan kami yang dulu sering bercinta dengan sekali bercinta bisa 1 sampai 3 kali sehari kelemahan alat vital suamiku lama-lam menjadi ebban untuku.

Aku selalu mencari cara secara diam-diam bagaimana cara mengembalikan daya sexsual dan keperkasaan bercinta suamikuagar seperti dulu lagi. Aku sudah melakukan sebuah cara, dari mulai bercinta dengan tema kostum,hardcore bahkan memberi dia jamu herbal. Semua hal itu percuma, tidak ada perubahan sedikitpun.

Agar suamiku tidak tersinggung, ketika bercinta aku selalu berpura-pura mendesah dan merasa puas. Dan aku juga memberi jamu herbal dengan alas an agar stamina dia saat bekerja tidak drop, jika aku terang-terangngan berkata bahwa dia kurang strong saat ML bisa-bisa dia kecewa padaku, dan jika aku berbicara langsung tentang kelemahan alat vitalnya bisa-bisa dia minder saat Ml denganku.

Dengan gejala-gejala iru aku curiga mas ardhi mengalami ejakulasi dini, karena jika aku membaca artikel diinternet itu adalah ciri-ciri ejakulasi dini yang jika dibiarkan saja lama-lama dia bisa impoten,huh gawat kalau impoten deh. Sampai pada akhirnya aku mendapatkan ide, secara tidak sengaja aku membaca artikel tentang obat kuat merk “A” produk dari amerika.

Nah dari situlah aku mempunyai inisiatif untuk membelikan obat kuat untuk suamiku. Dari hasil browsing di internet akhirnya aku menemukan sebuah took yang menjual berbagai macam obat kuat, Toko obat kuat jika ditempuh dari rumahku sekitar setengah jam. Sebenarnya bisa-bisa saja sih transaksi online dan obat kuat itu bisa dipaketkan.

Namun sekali lagi aku tidak ingin suamiku tahu jika aku akan membelikan obat kuat untuknya, hal itu untuk menjaga perasaanya. Akhirnya setelah mengetahui alamat toko itu sehari setelahnya aku segera pergi ketoko itu. Kalau para pembaca bertanya tentang anakku, ananku sudah ada yang mengasuh, dari pagi sampai sore anakku ikut dengan pengasuhnya dirumahnya.

Pada hari itu sekitar jam 8 pagi setelah mas Ardhi pergi untuk berwirausaha aku segera berangkat ke took obat kuat itu. Aku pergi dengan naik motor agar cepat karena jam-jam segitu biasanya jalanan macet. Aku berjalan menyusuri jalan raya dengan motor maticku demi mendapatkan obat kuat itu. Sekitar 45 menit aku aku menempuh perjalanan akhirnya aku sampai juga.

Didepan tokonya tertera tulisan Toko Obat Kuat Mas Budi yang menyediakan berbagai obat kuat. Sesampainya disana aku langsung memarkirkan motorku depan tokonya yang berukuran 3×3 meter. Toko berkaca gelap dan penuh stiker yang bergambar dan menuliskan semua produk obat kuatnya. Jadi jika dilihat dari luar isi dalam tokonya tidak terlihat.

Toko itu nampak sepi, dan kayaknya yang datang pertama kali adalah aku. Demi mas Ardhi saat itu aku masuk ke toko itu tanpa ragu-ragu. Aku buka pintu toko itu dan disambutlah seorang pemuda tampan yang gagah dan kira-kira dia baru berusia 21 tahun menyambutku,

“selamat pagi mbak, ada yang bisa saya bantu???,” ucap ramah penjual obat kuat itu.

Saat itu ditoko hanya ada aku dan pria penjual obat kuat itu. Ketika dia menyapa entah mengapa aku tidak langsung menjawab. Aku sempat terpesona dengan wajah ganteng dan tubuhnya yang berotot. Tubuhnya berotot namun tidak lebay ototnya. Saat itu tiba-tiba saja terlintas difikitranku jika aku Ml sama dia pasti aku bakal orgasme berkali-kali

“mbak…mbak…mabak kesini mau cari apa??? Obat kuat atau obat rapet buwat alat vital wanita mbak???,” tanyanya lagi.

Saat itu aku masih diam saja, sampai pada akhirnya dia keluar dari balik etalase dan lamunan mesumku pun buyar begitu saja,

“permisi mbak, ditanya kog diam aja sih mbak,” ucapnya tepat berada didepanku.

Sontak saat itu aku kaget dan gugup, aku yang melamun karena melihat dia akhirnya menjawab dengan gagap,

“oh iya mas, maaf mas saya tadi bengong, efek belum sarapan kali yah mas,hhe…,” ucapku.

“hhee… iya kali mbak, oh iya tujuan mbak kesini mau cari apa??? Obat kuat lelaki, obat perawat alat vital wanita,atau obat pewangi alat vital wanita???,” ucapnya menawarkan produknya.

“saya mau cari obat kuat buwat suami saya Mas, akhir-akhir ini dia kurang bergairah dan saat berhubungan intim dia tidak tahan lama,” ucapku menjelaskanya.

“oh begitu, mendingan mbak beli obat kuat merk A ini saja, ini produk terlaris dan palimg manjur mbak, sayan sendiri aja suka pakai yang ini jika saya berhubungan intim sama cewek saya, babak pertama hamper satu jam loh mbak dengan meminum satu pil saja,” ucapnya.

Wahhh… gila masak cowok ini ronde pertama bisa hamper 1 jam, pasti puas banget yang jadi cewek dia, ucapku dalam hati,

“masak sih mas ??? hebat sekali yah ebrarti obat ini, pasti suami saya bakal kuat lagi yah kalaun minum in,hhe..,” ucapku dengan girangnya.

“Tapi beneran nggak nih mas bahaya ngak nih obat, masak iya sih bisa hampir sejam, buktinya mana coba,” ucapku.

Aduhhh sial… kog aku berkata kayak gitu sih, keceplosan deh aku kalau aku nafsu ngelihat dia, kataku dalam hati,

“aduh kog pakai bukti segala sih mbak,emangnya mbak mau buktiin sama saya,” ucapnya dengan penuh percaya sendiri.

Ketika ditanya seperti itu tiba-tiba saja detak jantungku berdegup dengan kencang, dan vaginaku tiba-tiba kedutan. Saat itu aku bingung harus mejawap apa,dalam hati aku ingin sekali ml sama dia, namun disi lain aku berfikir jika bercinta sama dia berarti aku selingkuhin mas Ardhi dong. Ditengah-tengah aku berfikir,penjual obat kuat itu bertanya lagi,

“kog diem sih mbak, bagaiman mbak mau bukti apa nggak,” ucapnya.

Dia semakin berani saja menghadapkan aku pada pertanyaan yang sama, serasa dia tahu isi dalam fikiranku. Seketika itu wajahku memerah dan tidak bisa berkata apapun. Tidak aku sangka penjual obat kuat itu tiba-tiba saja menarik tanganku dan mengarahkan tanganku pada penisnya,

nih mbak pegang saja mbak alat vital aku, ini hasil dari rutinya aku minum obat yang aku jual,” ucapnya sembari tanganku disenruhkan pada alat kelaminya dari luar celananya.
Saat itu aku masih terdiam saja, seakan mulutku terbungkam dan hanya pasrah saja dieprlakukan seperti itu. Memang penis lelaki itu besar sekali, padaghal itu belum ereksi gimana coba kalau ereksi,

“kog masih diem mbak, kaget yah pegang penis aku yang besar ini?? Ini belum ereksi loh mbak,” ucapnya semakin frontal saja.

Gila kog dia tahu yah apa isi difikiranku. Akhirnya akupun tergoda juga dengan penjual obat kuat itu,

“Eummmmmmm… gimana mas yah, aku… aku takut ka…,”

Belum sempat aku meyelesaikan perkataanku dia tiba-tiba sajadia mengendongku, lalu mebawaku kaerah pintu masuk,

“udah mbak, nggak usah ragu dan takut, sebentar yah aku kunci dulunpintunya,” ucapnya.

Saat itu dia mengendongku sembari mengunci pintu masuk toko itu,

“ceklek…”

“sekarang aku bakal buktiin ke mbak jika obat kuat yang aku jual ampuh sekali,” ucapnya.

Saat itu dia berkata sambil menggendongku kebalik etalase tempat dia duduk tadi. Setelah sampai dibalik etalase aku ditidurkan dikasur lesehan dibalik etalase,

“bentar yah mbak aku minum obat kuat dulu,” ucapnya.

Saat itu aku hanya diam dan pasrah saja sambil duduk dan menunggu penjual obat kuat itu beraksi. Dia mengambil obat kuat dan meminum satu pil. Setelah minum dia kembali kepadaku,

“oke mbak kita mulai yah,” ucapnya.

Waktu itu seakan aku terhipnotis dan hanya pasrah saja yang aku lakukan,

“Oh iya kita kenalan dulu yah, kenalin nama aku Budi pemilik toko ini mbak,Mbak siapa namanya,” ucapnya.

“eeeee…. Eeee… nama aku Sinta mas,” ucapku menyamarkan namaku.

Aku menyamarkan namaku untuk antisispasi saja,

“okey sin, sekarang kamu kulum dulu yah penis aku,” ucapnya sembari melucuti celana jeans dan celana dalamnya.

Dia menyodorkan penisnya yang panjang dan besar didepan wajahku. Luar biasa penis orang indo ada yang sebesar bule ucapku kagum dalam hati. Karena sudah dihadapkan dengan penis seperkasa itu akupun lalu menyambarnya. Aku genggam penis Mas Budi dan aku jilati ujung penisnya,

“Slurrrrrrrpppp…. Slurrrrrrrpppp…. Slurrrrrrrpppp…. Slurrrrrrrpppp….” Suara jilatanku.

“ssssssssssshhhhhh…eughhhhhhhhhhhhhhhh…mbak pintar juga yah manjain pria,Oughhhh…terus jilati mbak..ahhhh..,” ucap Budi.

Dengan penuh gairah sex aku melakukan blowjob pada mas budi. Aku gengagm kuat-kuat penisnya dan aku jilati sampai dia meringis kegelian,

“iya terus Sin, oUhhhhh…geli sin… Ahhhhh…masukin kontol aku kemulut kamu Sin..Ahhhhh..,” ucapnya dengan merem melek. DAFTAR SITUS JUDI ONLINE TERPERCAYA

Saat itu aku tidak ingin mengkulum penis Budi dulu, aku masih ingin menjilati seluruh bagian penis besarnya itu. Melihat Penis Budi yang bersih dari bulu kemaluan jilatankupun langsung berpindah pada buah zakarny. BUah zakarnya sungguh ebsar dan masih ekncang sekali, beda sama mas Ardhi pokoknya deh. Aku jilati secara merata buah zakar dan sesekali aku jilati selangkanganya,

“Ouhhhhh.. Sinn… Sssssshhhh… enak banget Sin, kamu hebat Sin, pasti suami kamu puas banget kalau bercinta sama kamu,Ahhhhhh..,”ucapnya meracau nikmat.

Aku etrus jilati buah zakar dan selangkangan Budi hingga pada akhirnya aku kulum juga penis Budi,

“Haeeeppppp…Slurppppp… Slurppppp… Slurppppp… Slurppppp…” suara kulumanku.

Penis Budi aku masukan kedlam mulutku, aku hisap kuat-kuat dan aku maju mundurkan kepalaku,

“Ohhhhhh…enak Sin… terus kulum… Ahhhhhh…sambil dikocok yah…Ouhhhh..,” ucapnya meintaku mengocok sembari mengkulum penisnya.

Aku turuti permintaan dia, aku kocok penisnya sembari aku keluar masukan penisnya dari mullutku. Aku genggam penisnya dengan tanganku dan aku kocok dengan penuh gairah sex. Budi nampak nimat sekali merasakan seponganku,dia meracau sembari kakinya naik turun merasakan seponganku. Saking nikmatnya jika memaju mundurkan pantatnya seperti gerakan saat ML,

“Ohhhh.. . Sin…baru kali ini aku merasakan sepongan senikmat ini,terus sin sepong yang kuat Sin,Ouhhhh..,” ucapnya terus meracau nikmat.

Aku himpit kuat-kuat penisnya dengan bibirku dan aku keluar masukan penisnya secara terus menerus. Benar-benar perkasa sekali Budi ini, padahal jika mas Ardhi aku sepong dan aku kocok seperti ini pasti pejuhnya bakalan cepet ngecrot. Memang benar apa kata Budi, obat kuat itu sungguh manjur sekali. Aku terus mengkulum kontol besar Budi dengan penuh nafsu.
Budi selalu meracau sepanjang aku mengkulum penisnya. Walaupun aku sudah mengkulum pen isnya kurang lebih 15 dan nafsunya juga sudah begitu memuncak ketika aku sepong, namun spermanya tak kunjung muncrat juga dimulutku,

“Sin, ouhhhhh… udah yah nyepongnya, sekarang giliran aku yah yang manjain kamu,Ahhhhh..,” ucapnya.

Akupun menghentikan kulumanku dan aku kelaurkan penisnya dari dalam mulutku,

“iya mas, aku juga udah pingin ML nih, kayaknyamemek aku juga udah basah sedikit,hihihi..,” kataku.

“masak sih,hhe… yaudahb kamu telanjang dulu yah,” pintanya.

“iya mas,”

Dengan semangatnya aku melepas semua pakaian dan dalemanku, dalam seketika akupun bugil,

“tubuh kamu mulus banget ya Sin, aku jadi tambah nafsu ngelihat kamu bugil gini,hhe..,” ucapnya sembari mengelus-elus penisnya.

“oh iya kamu yang diatas dulu yah, biar kamu puas,” ucapnya lagi.

“iya mas” jawabkub singkat.

Budi segera tidur terlentang dikasur lesehan dan aku yang sudah nafsu sekali dengan cepatnya berada diatas Budi. Agar vaginaku tidak sakit ketika diamasuki penis besar Budi, saat itu aku gesek-gesekan dulu penis budi di vaginaku. Aku gesek-gesekan penis budi pada clitorisku,

“Eummmm…Ahhhhhh…Sssssshhhh…Huhhhhh…,” desahku.

Aku gesek-gesekan penis budi pada clitorisku dengan gerakan cepat, rasanya saat itu bulu kudukku berdiri semua,

“ayo Sin cepetan masukin, udah becek tuh memek kamu,ahhhhhh..,” pinta Budi.

Karena memekku sudah basah akupun segera membenamkan penis yang besar itu dalam vaginaku,

“Sluppp…iclikkk…iclikkkk… iclikkkk iclikkkk…Ahhhhh…,”

Penis budi yang memang besar saat itu tidak langsung masuk semuanya, awalnya baru masuk ujungnya saja. Aku keluarkan lagi penisnnya dan aku gesek-gesekan lagi penisnya lalu aku benamkan lagi,

“iclikkkk… iclikkkk… iclikkkk…Blesssssssssssssssssssssssss….Ouhhhhhhhhhh… Ssssssshhh..sakit..Ahhhh..,” ucapku kesakitan karena kemasukan penis sebesar itu.

“kenapa Sin, Ouhhhh…memek kamu masih sempit kayak perawan Sin…ahhhh..,” kata Budi.

“Sakit Mas, habis kontol kamu gede banget..Ahhhhh..,” kataku sembari membiarkan penis budi tertancap pada vaginaku dan tubuhku menidndih dia..

“ayo digoyang Sin, nanti juga enak Sin, mungkin memek kamu belum terbiasa dengan penis sebesar punyaku,Oughhhhh..,” ucapnya.

Melihat aku yang masih diam saja Budipun mulai beraksi dengan menaik turunkan penisnya dengan perlahan,

“Zlebbbbbbbbbb… Zlebbbbbbbbbb… Zlebbbbbbbbbb… Zlebbbbbbbbbb…,” suara penis Budi kelaur masuk darin penisku.

“Ouhhhh, Masss…. Euhhhhhh..Ssssssshhhh..Ahhhhh..,” ucapku merasa nikmat bercampur ngilu.

Budi terus menyodok memekku dengan perlahan dari bawah. Untuk beberapa saat aku masih kesakitan, namun kira-kira budi menyodok memekku dari bawah selama 5 menit aku mulai merasakan nikmat. Memekku semakin basah dengan lendir, dan nampaknya aku sudah mulai bisa beradaptasi dengan penis raksasa milik budi,

“Ahhhhh… enka mas…terus mAs…Oughhhhh….udah nggak sakit Mas…Ssssshhh..,”ucapku merasakan nikmat.

“iya Sin, Ouhhh…memek kamu ebnar-benar seprti anak gadis..Ahhhh..,” katanya sembari meyodok memekku.

Karena sudah merasa nyaman dengan penis Budi, tubuhku yang tadinya menindih tubuh Budi saat itu mulai tegak. Aku mulai beraksi dan bergoyang diatas penis Budi. Aku bergoyang naik turun dengan liarnya. Pantatku naik turun seiring vaginaku yang tertusuk oleh penis Budi,

“Ouhhhh…Plakkk…. Plakkk…. Plakkk….Sssssshhh.. Ahhhhh…Plakkkkk…,” suara desahan berdampingan dengan suara kulit kami yang saling bertemu.

“terus naik turun kayak gitu Sin, nikmat sekali Sin memek kamu…Ouhhh..,” katanya.

Aku keluarkan jurus-jurus sexsku pada Budi. Aku entot budi dengan liarnya. Aku memang mahir sekali dalam gaya sex women on top. Aku goyang kekanan kekiri dan aku jepit penis budi dengan memekku,

“Sin, enak sekali Sin,Ahhhh..,” ucap Budi.

“iya Mas.. Ahhhhhh…Euhhhhh…Ahhhhh..,”desahku.

Aku terus berakasi diatas penis Budi, bagian dalam vaginaku rasanya terisi penih olehpenis besar Budi, benar-benar besar dan perkasa sekali budi ini. Padahal sudah hampir setengah jam kami bercinta namu dia tetap saja belum orgasme,

“Mas, aku capek mas, kamu diatas gtantian yah, memek aku udahbecek banget mas, aku udah kelaur 3 kali tadi.. ahhhhh..,” ucapku.

“iya Sin, kita pakai gaya doggty style yah… ” ucapnya.

“terserah kamu mas,” kataku.

Aku segera menyingkir dari atas budi, dan aku segera mengganti posisi sex ku dengan gaya doggy style. Posisiku sat itu sperti bayi yang akan merangkak. Budi yang udah terbakar nafsu itu kemudian segera menghajar emmekku dengan posisi sex doggy stye. Dia tusukan penisnya dari belakang sembari kedua tanganya berpengangan pada pinggangku,.

“Zlebbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbb…. Ahhhhhhhhhhhhhhh….Euuhhhhhhhh..,” desahku merasakan penis budi yang kembali masukn didalam vaginaku.
“gimanas Sin enak yah,Ouhhhh..,” ucapnya.

“Eughhhh..iya Mas…Ahhhh…,” jawabku sambil melenguh.

Lau Budipun segera beraksi dan mengajar memekku tanpa ampun. Denga posisi doggy style itu penisnya benar-benar dikerahkan sepnuh tenaga untuk memberi aku kenikmatan sex,

“Ahhhhh… Ouhhhh Mas…. Aouw.. Uhhhh… ssssssshhhhh.. enak Mas…eughhhh…,” desahku.

Saat itu aku mendesah liar, aku seakan tidak bisa mengendalikan diri karena sodokan penis budi sungguh cepat dan luar sekali. Dia terkadang menyodokan kekanan, terkadang juga dia menyodok kearah kiri. Vaginaku rasanyas eprti mau robek saja saat itu. Tak hanya itu Sat Budi menegakkan tubuhnya lalu penisnya ditusukan dalam-dalam pada vaginaku.

Dengan posisi sex yang seperti itu otomatis G-spotku terkena penis Budi. Aku mendesah kencang dan tidak terkontrol lagi. Entah sudah berapa kali aku orgasme saat itu, memekku rasany panas,nikmat,dan becek sekali. Rasanya saat itu sungguh luar biasa. Tubuhku selalu bergetar dan sesekali mengejang ketika aku orgasme.

Budi dengan kuatnya secara konstan menyodok vaginaku secara terus emnerus,

Mas..kog belum kelaur-lkeluar sih, akub udah nggak kuat mas… Uhhhhhh..,” ucapku dengan posisi menungging.

“bentar lagi ya Sin,ini akan jadi hal terindah dalam hidup kamu,Ouhhhhh..,” ucapnya dengan terus menyodok memekku.

Baru saat itu aku merasa kwalahan dientot sama cowok, sekuat-kuatnya mas Ardhi dulu tidak pernah sekuat Budi saaat bercinta. Saat itu aku melirik jam tanganku, gila kami sudah Ml selama 50 menit, jika dihitung dengan foreplay kami sudah 1 jam lebih 5 menit. Pantas saja memekku terasa panas dan becek sekali,

“mas aku udahngak kuat mas, Ahhhhhhhhhhhhhh…ayo mas keluarin..ouhhh…,” ucapku sudah tidak tahan dientot sama kontol Budi.

“sekarang ganti posisi sex yah biar aku cepet keluar,kamu tengkurap bias penis aku kejepiy memek sama pantat semok kamu in yah,” ucapnya.

Tanpa menjawab aku segera melakukan hal itu. Saat itu aku segera tengkurap dengan posisi penis Budi yang masih menancap didalam vaginaku,

“nah pintar kamu Sin,” ucapnya.

Budipun segera beraksi kembali. Tubuhnya menindih tubuhku,dan hanya pantatnya saja yang bergerak naik turun,

“Ouhhhh… enak banget gaya sex ini Sin, Ahhhhh…aku bakal cepet keluar nih..Ouhhhh..,” ucapnya.

“eughhh… eughhh… eughhh… eughhh…,” desahku.

Aku hanya bisa melenguh saja, rasanya sungguh lemas dan memekku terasa becek dan panas sekali karena terus disodok penis Budi. Desahan Budi yang tadinya jarang, dengan gaya sex yang terakhir dia melenguh liar secara terus menerus. Kira-kira selang 5 menit melakukan gaya sex tengkurap tadi budipun berkata,

“Sin keluarin diman, aku mau keluar ini,Oughhhhh..,”ucapnya dengan terus meyodok memekku.

“didalem Mas…Oughhhhhh…,” jawabku.

Setelah beri cara seperti itu tiba-tiba tusukan penis Budi berhenti dan penisnya yang didiamkan bersarang pada liang vaginaku,

“aku keluar Sin,ahhhhhhhhhhhhhh….,”

“cruttttttttttttttttttttttttttt…..Crutttttttttttttttt…Crutttttttttttttttt…cruttttttttttt…crutttttt..,”

Luar biasa sperma Budi sungguh banyak sekali yang masuk didalm vaginaku, sampai 5 kali nembak spermanya saat itu. Dinding-dinding rahimku berasa penuh dialiri sperma budi. Sungguh pria subur dan perkasa budi ini,

“Iya Mas,…. Ahhhhhhhhhhhhhhhhh…hangat masss…..Ughhhhhhh…,” ucapku mendesah nikmat.

Setelah sama-sama orgasme kamipun terkapar lemas. Budi membiarkan penisnya tertancap divaginaku. Tubuhnya menindihku, dan nafas kami saling bersahut-sahutan karena kelelahan. Lendir kawin kami bercampur aduk didalam rahimku. Budi lemas dan aku super lemas rasanya. Memekku serasa panas dan perih setelah ML dengan Budi.

Setelah beberapa saat kami berdiam diri menikmati sisa-sisa orgasme dicabutlah penis Budi dari vagina,

“Sluppppppppppppppp….. Prettttttttttttttttttttttttttttt….Syurrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr…Syurrrrrrrrrrrrrr…,”

Setelah penis Budi dicabut dari vaginaku, memekku mengeluarkan suara seperti kentut. Lucu sekali rasanya saat itu. Sperma Budi yang tadi masuk didalam liang vaginaku mulai keluar dari memekku hingga membasahi kasur lesehan Budi. Singkat cerita setelah itu aku segera pergi kekamar mandi yang ada di dalam ruko Budi untuk membersihkan vaginaku karena terbanjiri pejuh Budi.

Rasanya sungguh perih vaginaku ketika aku pipis sembari membasuh vaginaku dengan air. Selesai membersihkan vaginaku aku segera kembali kedepan dan memakai kembali pakaianku. Seraya aku memakai baju Budi membersihkan penisnya dengan tissue,

“gimana udah percaya sekarang gimana khasiat obat kuat yang aku jual Sin,hhe,” ucapnya sembari memakai celananya kembali.

“Iya aku percaya banget Mas,aku beli 2 botol yah,” ucapku.

“Udah nggak usah Beli, itu bonus deh buwat kamu karena kamu udah puasin aku,okey,”

“baik banget sih kamu Bud, makasih yah, semoga suamiku seperkasa kamu yah,hhe…” ucapku.

Setelah bercinta dengan Budi dan mendapatkan obat kuat gratis dari Budi akupun segera pulang kerumah. Sesampainya dirumah aku segera pergi kekamar dan beristirahat karena tubuhku terasa lemas dan vaginaku terasa perih. Tertidurlah denga pulas siang hari itu dengan rasa puas. Cukup segini dulu yah ceritanya.

Sahabat303 - Agen Sabung Ayam, Agen Bola, SBOBET, IBCBET, Casino Online Terpercaya
  • Bonus Deposit 10% (Khusus Sportbook) Setiap Harinya
  • Bonus Deposit 10 % Khusus Tangkas Setiap harinya
  • Bonus Cashback Sport Up To 16%
  • Bonus Cashback Casino 2%
  • Bonus Rollingan Casino 0.7%
  • Bonus Cashback Sabung Ayam Up To 10%
  • Bonus Referral 2% Seumur Hidup
Kami juga memiliki layanan custumer service yang ramah dan profesional untuk melayani anda kapan pun.

Share:

Cerita Seks Therapy Seks Wanita Muda


DAFTAR SITUS JUDI ONLINE TERPERCAYA Dari sebagian rekan saya yang seringkali memakai rutinitas saya ada satu yang selalu senantiasa menghubungi saya diwaktu jam-jam istirahat. Namanya Reni, wanita karir, berusia lebih kurang 28 tahunan,

Masalah soal materi Reni tidak kekurangan sebab dari pendapatan kerjanya telah lebih dari cukup. Semula pertemuan saya dengannya lewat rekan wanita saya yang sempat saya therapy sex serta memberitahukan pada Reni kalau saya dapat menolong buat wanita terasa hidup kembali jauh dari stress serta kejenuhan hidup keluarga.

Suaru sore saya memperoleh SMS dari Reni yang menyebutkan kalau ia menginginkan berjumpa dengan saya di satu diantara kedai minuman di Mall, karna saya tidak ada acara saya selekasnya pergi serta menanti sebagian menit sambih nikmati juice buah kegemaran saya.

Tidak lama berselang ada wanita celingak celinguk mencari suatu hal, saya berfikir sesaat serta dengan berani saya berikan kode, nyatanya benar ia yaitu Reni, wanita yang tengah saya tunggulah. Dengan enjoy kami bicara panjang lebar serta saya banyak dengarkan sebagian yang dirasakan yang akhir-akhir ini dirasakannya.

Sesudah sajian yang ada habis saya berinisiatif untuk mengajak Reni ketempat yang lebih privacy supaya saya bisa berkonsentrasi pada apa sebagai ganjalan-ganjalan dari hidupnya.

Di satu tempat dibilangan pinggir Jakarta kami menyewa satu kamar mungil yang begitu bersih serta alami. Therapy sex juga saya kerjakan dengan tidak lakukan pelecehan-pelecehan, saya berupaya selalu untuk professional dalam lakukan kerjaan sambilan saya ini.

Lebih kurang satu jam therapy sex saya kerjakan lalu kami beristirahat, tanpa ada berniat Reni menghidupkan TV yang ada di kamar itu, sesudah menganti sebagian chanel ada satu chanel yang melukiskan adegan-adegan sex (Film Blue) atau filem bokep.

Reni tertegun sesaat namun dengan selalu memandang serta dengan sedikit bernafsu, hal tersebut saya dapat rasakan dari gerakkan badan serta matanya. Jadi lelaki normal saya tidak munafik saya genggam tangannya untuk meredam gelora nafsunya walau demikian Reni melihat mata saya dengan penuh makna serta birahi, bibir kami berjumpa sama-sama menghisap,

tangan saya mulai bergerilya mencari tujuan, buah dadanya yang masih tetap sekel saya remas dengan penuh perasaan serta dengan sedikit keberanian saya susupkan lewat belahan baju serta BH, saya pilin-pilin putingnya hingga Reni mendesis, dengan tenang saya buka satu persatu baju kerjanya yang tinggal cuma Cdnya yang berwarna pink.

saya selalu memilin-milin putingnya sembari kadang-kadang saya rengkuh buah dadanya, sesaat bibir saya selalu sama-sama berciuman dengan hotnya. Lidah saya mulai menciumi lehernya yang tahap, selalu turun ke buah dadanya bolak balik saya isap pentilnya satu persatu Reni semangkin mendesis..
“Teruss gigit Mass…”

Tangan saya mencari tujuan yang beda yakni kemaluan yang indah yang dihiasi rambut yang teratur rapi kriting, tanpa ada dikomando Cdnya saya bebaskan dengan mengkaitkan jempol kaki yang lalu diperosotkan kebawah. Reni makin mendesis,
“Mass puaskan Reni Mass… Reni telah lama tidak rasakan kesenangan begini Mas.. Selalu Mas input jarinya Mas.. ”
Jari saya menari-nari di bibir kemaluannya sehinga menyebabkan cairan bening yang hangat. saya mencari letak G-spotnya saya mainkan jari saya dengan mencubit-cubit kecil, selang beberapa saat Reni menggelepar seperti orang kejang, tangannya mendekap leher saya, sakit saya dibuatnya. Jari serta bibir saya selalu menari-nari seakan-akan tidak kenal capek.

Beberapat waktu lalu Reni buka semuanya baju serta celana hingga saya telanjang bulat, dibuangkannya satu persatu kelantai, bibirnya mulai mencari tujuan kebawah, sesudah Reni lihat kemaluan saya.
“Waww.. Kok besar sekali”
Sebagian waktu Reni terbengong-bengong dengan lembut saya dorong kepalanya hingga bibirnya yang mungil menuju sarang yang dikehendakinya, dijilatnya batang kemaluan saya dari ujung atas hingga kebuah pelir lantas diisapnya ujung batang sembari dikemot-kemot seperti makan es lilin serta tangannya mempermainkan biji pelr saya. Perasaan saya melayang nikmat serta nyaris terlepas kontrol.

saya dorong kepalanya ke belakang, gantian saya menjilati kemaluannya, saya putari bongkahan luar sembari menggigit kecil lantas saya isap bibir kemaluan yang sedikit membengkak karna darahnya telah turun ke bawah yang mengisyaratkan nafsu birahinya telah mencapai puncak, saya mainkan ujung lidah di dalam celah surgawi, oh indahnya, kepala Reni menggeleng-geleng sembari mendesis serta teriak kecil..

“Mas mari Mas saya tidak tahann.. Mari Mas masukin Mas”
Lihat kondisi sesuai sama itu lidah saya turun kebawah hingga ke duburnya saya jilati dengan penuh perasaan, mungkin saja saya juga tengah birahi hingga tak ada rasa jijik atau mencium bau yang tidak enak yang tentu uueennakk tenan. Reni alami orgasme yang ke dua, dijepitnya kepala saya dengan pahanya yang mulus serta tertangani s embari tangannya menjambak rambut saya sembari bibirnya bertemura. DAFTAR SITUS JUDI ONLINE TERPERCAYA

“Ohh… Ooh… Oohh my good.. ohh oohh my honey, my.. my.. ” Merancaulah dia dengan edannya.
Selang sebagian menit baru saya tujukan kemaluan saya keliang surganya dengan tempat ke-2 kakinya ditempatkan dipundak saya hingga bibir kemaluannya muncul serta menyempit sedikit-demi sedikit saya gerakkan betang kemaluan saya maju mundur sembari tangan saya meremas ke-2 belah buah dadanya yang makin kencang.

Oh Mas.. Besar sekali Mas sesak rasa-rasanya punyaku ini”
saya tetaplah lakukan aktivitas maju-mundur serta Reni berteriak-teriak kecil sembari tangannya menarik-narik ujung sprei. Lalu saya balik badannya yang indah supaya tengkurap, saya angkat sedikit pantatnya supaya nungging, karna bibir kemaluannya muncul saya jilat-jilat, pantatnya naik semangkin tinggi,

baru saya tembak dengan meriam si jagur sebagai bebrapa dambaan beberapa wanita yang sudah rasakan kesenangan dengan saya karna kemaluan saya memiliki keunikan kepalanya besar lalu ada sedikit urat-urat yang mengerut yang menyebabkan sensasi apabila digesekkan di dalam kemaluan wanita, itupun berdasar pada pernyataan mereka.
saya gerakkan maju mundur sembari kadang-kadang saya tepok pantatnya karena sangat enaknya. Napsu saya makin bergelora merasa kedutan diujung batang kemaluan yang mengisyaratkan juga akan menumpahkan lahar yang panas.
“Ohh.. saya ingin keluaarr”

Tanpa ada jawaban Reni makin menggoyangkan pantatnya makin kencang serta berputar oohh.
Crot.. Crot.. Crot.. Crot..
Menyemprotlah lahar kesenangan, dunia ini seakan-akan melayang oh indahnya dunia, kudekap perutnya sembari kugigit punggungnya hingga menyebabkan warna merah yang riil. Sebagian waktu kami ambruk ke samping sembari tetaplah memeluk erat Reni dari belakang. Tertidur sesaat.

saya terbangun sesudah terdengar nada gaduh yang diakibatkan oleh seekor kucing yang melompat, mungkin saja kucing itu juga birahi kali. Kami bersihkan diri semasing, belum juga pernah saya menggunakan baju serta celana saya ditubruk kembali oleh Reni,

batangku di oralnya dengan tempat jongkok serta saya berdiri, saya berfikir biarlah Reni mencari kenikmatan sendiri supaya temukan jati dirinnya serta terlepas dari semua beban dibenaknya, tangannya menari-nari di lubang anus serta sekitar biji kemaluan ku yang menyebabkan mata saya merem meleh tidak tertahankan..

“Oohh, selalu sayang selalu sayang untuk aku melayang-layang jauh ke dunia beda, dunia yang penuh mesteri kesenangan, oohh”
Makin menjadi-jadi jilatannya di batang kemaluanku. Kujambak rambutnya yang terurai sembari meremas-remas menahan kesenangan yang begitu, dikulumnya ke-2 biji saya smbil matanya menyorot sendu ke muka saya, ooh bidadariku merasa menginginkan terbang.

Tempat saya duduk karna tidak tahan berdiri sembari menimati kesenangan hingga dengkul ini merasa lemas tidak bertulang. Sebagian menit lalu saya tidak tahan serta kedutan diujung kemaluan saya mulai merasa dengan tenaga yang terkumpul di ujung kemaluan saya muntahkan lahar panas saya didalam rongga mulutnya yang seksi, hingga semprotan paling akhir, ditelannya habis serta bersih, serta Reni berkata.

“Enak Mas, spermamu gurih agar saya awet muda.. Ohh my baby”
Memanglah sperma dapat jadikan wanita awet muda serta bisa menyingkirkan bercak-bercak pada kulit muka apabila diberi sisi yang berbecak. Sperma tidak jadi toksin karna sperma yaitu sama dengan telur ayam dengan kandungan protein yang tinggi, namun untuk menikmatinya butuh birahi yang tengah naik supaya tidak terasa jijik serta geli.

Dari pertemuan itu saya sekian kali lakukan terapi sex, namun saat ini Reni dipindahkan diseberang pulau hingga kemungkinan kecil untuk berjumpa. Yang tentu kunci dari kesenangan bersetubuh yaitu keiklasan keduanya janganlah ada dusta di antara kita apabila menginginkan ngesek yang indah.

Dari sebagian pertemuan yang sudah saya kerjakan terkecuali Reni memanglah memiliki keunikan sendiri, semuanya memanglah nyaris sama namun kesenangan berlainan, saya lebih sukai ngentot dengan wanita 1/2 baya, karna rata-rata mereka tidak tabu dan munafik,

apabila keinginannya menginginkan lakukan yah lakukan tanpa ada berpura-pura serta yang paling saya sukai yaitu kedewasaan jadi bisa menaruh rahasia meskipun itu susah dikerjakan serta yang paling terkesan wanita 1/2 baya sudah mengetahui apa yang perlu dia perbuat apabila pasangannya telah mulai naik, serta tidak beberapa enggan lakukan oral jika memang perlu tanpa ada dipaksa maupun diminta.

Hingga sekarang ini terkadang saya rasakan begitu enaknya therapy sex dengan wanita yang isi rongga dunia lelaki, serta yang tentu semuanya yang disampaikan wanita yang berkencan dengan saya berkomentar.. Waw besar bangett sich punyamu seperti terong bule.

Sahabat303 - Agen Sabung Ayam, Agen Bola, SBOBET, IBCBET, Casino Online Terpercaya
  • Bonus Deposit 10% (Khusus Sportbook) Setiap Harinya
  • Bonus Deposit 10 % Khusus Tangkas Setiap harinya
  • Bonus Cashback Sport Up To 16%
  • Bonus Cashback Casino 2%
  • Bonus Rollingan Casino 0.7%
  • Bonus Cashback Sabung Ayam Up To 10%
  • Bonus Referral 2% Seumur Hidup
Kami juga memiliki layanan custumer service yang ramah dan profesional untuk melayani anda kapan pun.

Share:
sabung ayam bola tangkas maxbet, ibcbet Sahabatcasino Agen Live Casino Online dan Sabung Ayam Terpercaya

Popular Posts